ATAPKOTA.COM, MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong penguatan tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna meningkatkan profesionalisme, daya saing, dan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Coaching Clinic BUMD Provinsi Sumut di Ruang Rapat I Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Sulaiman menegaskan bahwa BUMD memiliki posisi strategis dalam mendukung pelayanan publik, memperkuat ekonomi daerah, serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“BUMD memiliki peranan penting dalam mendukung pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, serta meningkatkan pendapatan asli daerah,” ujar Sulaiman.
Menurutnya, keberadaan BUMD tidak hanya dipandang sebagai entitas bisnis semata, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan daerah yang harus mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Ia menilai, tantangan ekonomi yang terus berkembang menuntut BUMD untuk lebih adaptif dan profesional, terutama dalam menghadapi transformasi digital, perubahan regulasi, dan meningkatnya tuntutan pelayanan publik.
“Pengelolaan BUMD tidak bisa lagi dilakukan dengan pola kerja biasa. Dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki integritas, kemampuan analitis, kepemimpinan yang kuat, serta pemahaman terhadap tata kelola perusahaan yang sehat,” katanya.
Sulaiman juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, inovatif, disiplin, dan berbasis kinerja di seluruh perusahaan daerah.
Menurutnya, BUMD tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus mampu membuka lapangan kerja, memperkuat sektor strategis daerah, dan mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Dengan kolaborasi yang baik, saya yakin BUMD di Sumut mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang kuat dan kompetitif,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut, Hironymus Ghodang, hadir sebagai narasumber dengan materi terkait profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) dalam tata kelola BUMD.
Ia menyampaikan bahwa BUMD saat ini menghadapi tantangan besar di era digital, mulai dari persaingan usaha yang semakin ketat hingga tingginya ekspektasi publik terhadap kualitas layanan.
Menurutnya, keberhasilan transformasi BUMD sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“BUMD tidak cukup hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus sehat secara finansial, kuat dalam tata kelola, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Hironymus.
Ia menambahkan, optimalisasi tata kelola BUMD perlu didukung penguatan berbagai aspek, mulai dari software, hardware, netware, dataware, hingga brainware.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Poppy Marulita Hutagalung, Kepala BPSDM Sumut Agustinus Panjaitan, serta jajaran direksi BUMD se-Sumatera Utara yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring. (AP/red)

































