ATAPKOTA.COM, SUMUT – Kerja sama sister province antara Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Provinsi Hainan, Tiongkok semakin mendekati tahap final. Kolaborasi ini membuka peluang besar bagi penguatan industri strategis, terutama pada sektor obat herbal, bioteknologi, pertanian, serta ekonomi digital.
Pemerintah menargetkan beberapa sektor prioritas. Karena itu, Sumut dan Hainan sepakat memfokuskan kerja sama pada teknologi manufaktur, ekonomi kelautan, ekonomi digital, bioteknologi, pertanian, dan pariwisata. Untuk bioteknologi, kedua pihak menyoroti potensi nilam, menyan, dan minyak atsiri. Selain itu, Hainan juga menunjukkan minat besar terhadap komoditas durian asal Sumut.
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan komitmen percepatan finalisasi kerja sama usai rapat virtual bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Bobby menegaskan bahwa tim percepatan sudah bekerja agar implementasi dapat dimulai pada pertengahan 2026.
“Dengan arahan Ketua DEN, kami fokus mempercepat seluruh proses agar kerja sama ini segera terwujud. Jika berjalan sesuai hitungan, nilai ekspor Sumut ke Tiongkok berpotensi meningkat hingga US$500 juta,” ujar Bobby Nasution.
Pemprov Sumut saat ini menyiapkan kebutuhan administratif, regulasi daerah, hingga kesiapan lahan. Selain itu, Pemprov juga membentuk North Sumatera–Hainan Cooperation Council (NSHCC) untuk memastikan seluruh pihak terkait, mulai dari pelabuhan, BUMD, BUMN, hingga asosiasi industri, terlibat penuh.
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa Hainan tidak hanya menginginkan bahan mentah, tetapi produk setengah jadi agar nilai ekspor meningkat. Ia juga menekankan peluang besar ekspor durian.
“Konsumsi durian di Hainan sangat tinggi. Selama ini mereka mengimpor dari Thailand. Sumut bisa masuk karena kita punya potensi kuat, apalagi didukung fasilitas Taman Sains dan Teknologi Hortikultura,” kata Luhut.
Ia berharap Pemprov Sumut menyiapkan rantai produksi durian dari bibit hingga pengolahan. “Jika bibit, lahan, dan produksi disiapkan, ekspor bisa berjalan stabil,” tambahnya.
Rapat virtual tersebut juga diikuti staf ahli DEN Zona Widhagdo Putri, jajaran DEN, serta OPD Sumut. (AK1)



































