ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – – Anggota DPRD Kota Pematangsiantar dari Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Alfonso Sinaga, mendesak pemerintah pusat segera menetapkan bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat sebagai Status Bencana Nasional. Ia menyampaikan bahwa skala kerusakan serta tingginya jumlah korban sudah melampaui kapasitas penanganan daerah.
Alfonso menyampaikan desakan itu pada Sabtu (6/12/2025). Ia menegaskan bahwa bencana tersebut menimbulkan kerugian besar, baik kerusakan fisik maupun korban jiwa.
“Bencana ini sudah menyebabkan kerugian serius dan korban jiwa cukup besar. Pemerintah pusat harus segera menetapkan status bencana nasional agar bantuan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Sebagai Ketua Bapemperda DPRD Kota Pematangsiantar, Alfonso menilai bahwa pemerintah daerah tidak lagi mampu mengatasi situasi. Menurutnya, dukungan anggaran maupun logistik dari daerah masih sangat terbatas sehingga diperlukan intervensi pusat.
“Bantuan dari pemerintah kota dan provinsi selama ini masih minim. Daerah tidak sanggup menanggung beban penanganan sebesar ini,” katanya.
Ia menilai bahwa penetapan Status Bencana Nasional akan mempercepat mobilisasi anggaran, peralatan, dan personel dari pemerintah pusat. Dengan demikian, proses evakuasi, penanggulangan, serta pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.
“Penanganan harus didukung pusat, mulai dari logistik, medis, hingga operasional alat berat,” tegas Alfonso.
Menurutnya, kerusakan fasilitas publik, rumah warga yang ambruk, dan akses jalan yang terputus menunjukkan bahwa skala bencana sudah jauh melampaui kapasitas daerah. Kondisi itu juga menghambat distribusi bantuan.
“Negara harus hadir secara total, dan itu hanya bisa dilakukan melalui penetapan Status Bencana Nasional,” paparnya.
Berdasarkan data BNPB, jumlah warga meninggal mencapai 867 jiwa, sementara 521 warga masih hilang. Selain itu, 4.200 orang mengalami luka-luka dan 835 ribu warga mengungsi. BNPB juga mencatat 121 ribu rumah rusak dan 51 kabupaten/kota terdampak langsung.
Alfonso juga mengingatkan bahwa intensitas hujan masih tinggi sehingga potensi bencana susulan tetap ada. Karena itu, ia meminta pemerintah pusat bertindak cepat agar risiko kerugian tidak semakin besar.
“Semakin cepat ditetapkan, semakin cepat bantuan masif bergerak,” pungkasnya. (Larsen)

































