Suami Mencuri Demi Biaya Persalinan Istri : Kisah Haru Dibalik Aksi Pencurian

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 10 Juni 2025 - 00:00 WIB

40531 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anis Kartika Efendi, Istri bupati lamongan menyambangi langsung kediaman  rika sebagai bentuk dukungan moral. Minggu, (8/6). (foto : KJJT)

Anis Kartika Efendi, Istri bupati lamongan menyambangi langsung kediaman rika sebagai bentuk dukungan moral. Minggu, (8/6). (foto : KJJT)

ATAPKOTA, LAMONGAN – Sebuah peristiwa memilukan sekaligus menggugah hati terjadi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Seorang pria berinisial S (35), warga Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah tertangkap tangan hendak mencuri burung murai batu milik warga Desa Moropelang, Kecamatan Babat, pada Jumat (23/5/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Aksi pencurian tersebut berhasil digagalkan oleh warga setempat.

S sempat diamankan dan hampir menjadi sasaran amuk massa. Beruntung, petugas kepolisian segera datang ke lokasi dan menyelamatkan pria tersebut, kemudian membawanya ke Mapolres Lamongan untuk diproses secara hukum.

Namun, di balik pelanggaran hukum yang dilakukan, tersimpan kisah menyayat hati. S mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan biaya persalinan istrinya, Tika, yang tengah hamil delapan bulan dan hidup dalam kondisi serba kekurangan. Kisah ini menyentuh hati seorang jurnalis dari Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT), Akhmad Sriyono, atau yang akrab disapa Yoyon, yang kemudian mendatangi rumah keluarga S untuk melihat langsung kondisi mereka.

“Saat tiba di rumah mereka, saya menyaksikan sendiri kehidupan yang sangat memprihatinkan. Mereka tidak memiliki sumur, mandi di sungai, dan biaya persalinan belum tersedia,” ujar Yoyon, Minggu (8/6/2025).

Dalam perbincangan yang penuh keharuan, sang istri, Tika, menyampaikan kekhawatirannya: “Mas, sebentar lagi saya melahirkan, tapi kami belum punya uang untuk biaya persalinan. Rumah kami tidak punya sumur, kami mandi di sungai. Kalau nanti bayi lahir, bagaimana saya harus menimba air dari sungai setelah melahirkan?”

Tika juga berharap sang suami diizinkan mendampingi saat proses persalinan nanti. Menanggapi situasi tersebut, Yoyon bersama KJJT mengajak masyarakat untuk tidak hanya memandang kasus ini dari aspek hukum, tetapi juga dari sisi kemanusiaan: “Empati harus menjadi dasar kita bersikap. Kita perlu memberikan perhatian dan dukungan terhadap keluarga yang berada dalam situasi seperti ini.”

 

Respons Kemanusiaan Mengalir

Seruan empati ini mendapat respons nyata dari berbagai pihak. Pada Minggu (8/6/2025), Anis Kartika Efendi, istri Bupati Lamongan, menyambangi langsung kediaman Tika sebagai bentuk dukungan moral: “Saya hadir bukan untuk membenarkan kesalahan, tapi untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Ini bukan hanya soal hukum, tapi tentang rasa kemanusiaan.”

Dukungan juga datang dari Divisi Advokasi KJJT yang menilai negara, khususnya pemerintah daerah, harus hadir memberikan solusi dan perlindungan terhadap warganya: “Kami mendorong pemerintah untuk menunjukkan keberpihakan pada rakyat kecil. Suaminya memang bersalah dan sedang menjalani proses hukum, tapi kebutuhan hidup mereka juga perlu diperhatikan.” Feris Brewok, perwakilan Divisi Advokasi KJJT, juga menyerukan solidaritas sosial dari berbagai elemen: “Memanusiakan manusia adalah hal yang wajib. Kami ajak Bapak Bupati untuk bergandeng tangan bersama rakyat. Dengan persatuan antara rakyat dan pemerintah, kita bisa membentuk bangsa yang kuat dan penuh empati.”

 

Cermin Sosial dan Titik Balik Empati

Kisah keluarga S menjadi potret kerasnya realitas kehidupan yang kadang memaksa seseorang untuk mengambil jalan keliru demi bertahan hidup.

Namun, peristiwa ini juga menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali rasa empati, kepedulian, dan solidaritas sosial dalam masyarakat.

Semoga dari kejadian ini, lahir kesadaran kolektif untuk bersama-sama memperjuangkan nilai kemanusiaan dan saling membantu mereka yang hidup dalam kesulitan. (*)

 

Sumber : Divisi Humas Jurnalis Jawa Timur (KJJT)

Berita Terkait

Wesly Silalahi Hadiri Peresmian Renovasi Makam dr. Djasamen Saragih di Simalungun
Dua Ruko Terbakar di Simalungun, Polisi Terbitkan Imbauan Pencegahan Kebakaran Akibat Instalasi Listrik
Sekda Pematangsiantar Jenguk Korban Longsor di RSUD dr. Djasamen Saragih
Hujan Deras Picu Longsor di Dua Titik Pematangsiantar, Dua Rumah Roboh dan Delapan Warga Terluka
Enam Warga Terjebak Banjir di Serbelawan Berhasil Dievakuasi
Polisi dan PGN Selidiki Sumber Kebocoran, Labfor Ungkap Penyebab Ledakan di Grand Polonia Medan
Advokat Rizki Dini Hasanah Hadiri Pengukuhan Guru Besar UNIB, Tekankan Pentingnya Sinergi Akademisi dan Praktisi Hukum
Dua Rumah Gandeng Terbakar di Pematangsiantar, Enam Mobil Damkar Dikerahkan

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:46 WIB

20 Tahun Atap Bocor, Rumah Jaipah Direhabilitasi Pemko Medan Lewat Program RTLH

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:14 WIB

Terima Audiensi BNKP, Bobby Nasution Paparkan Tiga Prioritas Pembangunan Kepulauan Nias

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Hasil Musyawarah Bersama, Dishub Aceh Singkil Resmikan Aturan Penutupan Jalan di Gunung Meriah

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:33 WIB

Diguyur Hujan, Tim Resmob Polres Simalungun Tetap Gelar Patroli KRYD di Pintu Masuk Kabupaten

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Inspektorat Rekomendasikan Sanksi Disiplin, Lurah Aur Dinonaktifkan Sementara dari Jabatan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Bobby Nasution Kembali Berkantor di Kepulauan Nias, Tinjau Layanan Kesehatan hingga Infrastruktur

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:52 WIB

DPD KNPI Pematangsiantar Jadwalkan Pelantikan Pengurus 13 Agustus 2026 di Lapangan Pariwisata

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Satresnarkoba Polres Pematangsiantar Amankan 18 Butir Diduga Ekstasi, Seorang Pria Ditangkap

Berita Terbaru