ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Suasana duka menyelimuti kawasan wisata Pemandian Sungai Aquarium di Nagori Sorba Dolok, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, setelah dua pelajar asal Kota Tebing Tinggi meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang bersama rekan-rekannya, Jumat sore, 5 Juni 2026.
Peristiwa tersebut terjadi saat enam remaja berkunjung ke lokasi wisata alam tersebut untuk menghabiskan waktu libur bersama. Namun, kegiatan yang awalnya berlangsung normal berakhir menjadi musibah yang merenggut dua nyawa.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Sabtu, 6 Juni 2026, menjelaskan bahwa personel Polsek Raya Kahean bersama Tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu informasi diterima, personel segera menuju lokasi untuk melakukan pencarian, evakuasi, serta penanganan awal di tempat kejadian,” ujar AKP Verry Purba.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, rombongan remaja tersebut berangkat dari Kota Tebing Tinggi menuju Pemandian Sungai Aquarium pada Jumat sore. Setibanya di lokasi, sebagian dari mereka masuk ke area sungai untuk berenang dan beraktivitas di sekitar lokasi wisata.
Dalam peristiwa tersebut, dua pelajar berusia 17 tahun dilaporkan mengalami kesulitan saat berada di dalam air. Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun usaha tersebut tidak berhasil menyelamatkan keduanya.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi bersama personel Koramil Raya Kahean dan warga setempat kemudian melakukan proses evakuasi terhadap kedua korban.
Hasil identifikasi menunjukkan kedua korban merupakan pelajar asal Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi.
AIPDA Sujid dari Tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
“Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari saksi-saksi untuk melengkapi administrasi serta memastikan kronologi peristiwa,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi adanya unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut. Polisi mengkategorikan peristiwa ini sebagai musibah dan penanganannya dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Pihak keluarga korban juga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyampaikan keberatan untuk dilakukan autopsi. Selanjutnya, petugas medis dari Puskesmas Sorba Dolok melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah sebelum diserahkan kepada keluarga.
AKP Verry Purba mengimbau masyarakat, khususnya pengunjung lokasi wisata alam, agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan sungai maupun perairan terbuka.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan faktor keselamatan, mengenali kondisi lokasi wisata yang dikunjungi, dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang berisiko,” katanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengunjung wisata alam untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di area perairan. (AP/red)

































