ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Aktivitas distribusi LPG 3 kilogram di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Nusa Indah Jaya Alam Lestari (NIJ Alam Lestari), Pematang Kerasaan, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, disebut mencapai volume belasan ribu tabung dalam sehari berdasarkan keterangan Humas perusahaan pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Humas PT NIJ Alam Lestari, Dino Parangin-angin, mengatakan jumlah pengiriman setiap hari bergantung pada delivery order (DO) yang diterima perusahaan.
Menurut Dino, rata-rata terdapat sekitar 23 DO dalam satu hari. Ia menyebut setiap DO berisi sekitar 560 tabung LPG 3 kilogram.
Jika angka tersebut dihitung berdasarkan keterangan tersebut, 23 DO dikalikan 560 tabung menghasilkan 12.880 tabung LPG 3 kilogram dalam sehari.
Namun, angka 12.880 tabung tersebut merupakan hasil perhitungan berdasarkan informasi yang disampaikan Humas dan belum diverifikasi melalui dokumen administrasi perusahaan maupun data distribusi resmi.
Apabila rata-rata 23 DO dan 560 tabung per DO tersebut benar-benar terealisasi setiap hari, maka SPPBE PT NIJ Alam Lestari menangani distribusi LPG 3 kilogram dalam jumlah yang cukup besar.
Volume tersebut membuat sejumlah aspek operasional perlu mendapatkan pengawasan secara konsisten, mulai dari ketepatan berat isi, kondisi tabung dan segel, keselamatan pekerja, kendaraan pengangkut, hingga aspek lingkungan di sekitar fasilitas.
Semakin besar jumlah tabung yang diproses, semakin penting sistem pengendalian internal memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dino menyebut terdapat pengawasan dari pihak Pertamina di lokasi SPPBE.
“Pengawas Pertamina ada di sini. Setiap hari datang ke sini, kecuali Sabtu dan Minggu,” ujar Dino.
Selain pengawasan harian yang diklaim tersebut, Dino juga menyebut perusahaan mendapatkan audit setiap bulan.
Keterangan mengenai frekuensi pengawasan dan audit itu masih perlu dikonfirmasi kepada pihak Pertamina, termasuk mengenai bentuk pengawasan, objek pemeriksaan, serta hasil evaluasinya.
Dalam keterangannya, Dino juga menyebut PT NIJ Alam Lestari sebagai SPPBE terbaik ketiga di Sumatera Utara.
Klaim tersebut perlu ditempatkan sebagai pernyataan pihak perusahaan sampai terdapat sumber resmi yang dapat mengonfirmasinya.
Pertanyaan berikutnya adalah indikator yang digunakan untuk menentukan peringkat tersebut.
Apakah penilaian didasarkan pada kepatuhan terhadap standar operasional, hasil audit, keselamatan kerja, kualitas pelayanan, volume distribusi, kinerja operasional, atau indikator lainnya?
Jika terdapat penilaian resmi, dokumen atau keterangan dari lembaga yang memberikan penilaian dapat menjadi dasar untuk menjelaskan klaim tersebut secara objektif.
Keterangan mengenai 23 DO per hari dan 560 tabung per DO membuka ruang untuk melakukan verifikasi lebih jauh.
Redaksi perlu membandingkan angka tersebut dengan dokumen delivery order, catatan pengisian, data pengiriman, serta dokumen administrasi lain yang relevan.
Verifikasi tersebut penting untuk mengetahui apakah angka 12.880 tabung merupakan rata-rata aktual, kapasitas maksimal, atau sekadar perkiraan berdasarkan jumlah DO pada hari tertentu.
Jika volume tersebut merupakan rata-rata aktual, data tersebut juga dapat digunakan untuk melihat apakah jumlah tabung yang keluar dari SPPBE konsisten dengan dokumen distribusi.
Hal yang sama berlaku terhadap berat isi LPG. Semakin besar volume tabung yang diproses, semakin penting mekanisme pengendalian berat dan pencatatan hasil pemeriksaan dapat diverifikasi.
SPPBE PT NIJ Alam Lestari menyatakan memiliki pengawasan dari Pertamina serta audit secara berkala.
Klaim tersebut perlu diuji dengan data dan dokumen yang relevan, bukan hanya berdasarkan pernyataan lisan.
Publik berkepentingan mengetahui apakah jumlah tabung yang diproses sesuai dengan DO, apakah pemeriksaan berat dilakukan sesuai prosedur, bagaimana perusahaan menangani tabung yang tidak memenuhi persyaratan, serta bagaimana hasil pengawasan dan audit ditindaklanjuti.
ATAPKOTA.COM masih membuka ruang bagi PT NIJ Alam Lestari dan Pertamina untuk menjelaskan data distribusi, mekanisme pengawasan, hasil audit, serta dasar penilaian yang membuat perusahaan disebut sebagai salah satu SPPBE terbaik di Sumatera Utara.
Belasan ribu tabung LPG 3 kilogram dalam sehari merupakan volume yang signifikan. Karena itu, semakin besar aktivitas distribusi, semakin penting pula akurasi data, pengawasan, dan akuntabilitas setiap tahapan operasional.
Berita ini terbuka untuk hak jawab dan klarifikasi dari PT NIJ Alam Lestari, Pertamina, serta pihak terkait lainnya.
Penulis : Andrew T Panjaitan, ST































