Indonesia Perkuat Koridor Rantai Pasok dari Sumut, Selat Malaka Jadi Peluang Strategis

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026 - 15:11 WIB

4019 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi (Deputi II), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi, memberikan sambutan pada Senior Official Meeting Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT GT) di Hotel JW Marriot, Medan, Selasa (8/9/2026).

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi (Deputi II), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi, memberikan sambutan pada Senior Official Meeting Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT GT) di Hotel JW Marriot, Medan, Selasa (8/9/2026).

ATAPKOTA.COM, MEDAN — Pemerintah Indonesia mendorong penguatan koridor rantai pasok dari Sumatera Utara (Sumut) untuk meningkatkan konektivitas sekaligus daya saing ekonomi kawasan. Posisi Sumut yang berhadapan langsung dengan jalur perdagangan Selat Malaka dinilai menjadi salah satu peluang strategis dalam memperkuat jaringan perdagangan regional.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Edi Prio Pambudi, menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan pada Senior Official Meeting (SOM) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, Selasa (8/9/2026).

Menurut Edi, penguatan konektivitas kawasan harus berjalan beriringan dengan perencanaan pemerintah daerah sehingga pembangunan tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan kebutuhan rantai pasok dan kegiatan ekonomi lintas wilayah.

“Inilah mengapa Indonesia maju dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, merencanakan kegiatan proyek dengan perencanaan pemerintah daerah dan memperkuat koridor rantai pasok kita dari Sumatera Utara,” kata Edi.

Edi mengatakan pertemuan IMT-GT ke-32 tidak semata-mata membahas pembangunan konektivitas. Forum tersebut, menurut dia, juga menjadi momentum untuk menata kembali pola kerja sama subregional menghadapi perubahan ekonomi dan geopolitik global.

Dinamika geopolitik yang berkembang, kata Edi, mendorong negara-negara ASEAN memperkuat kemampuan kawasan dalam menjaga stabilitas dan membangun mekanisme kerja sama yang sesuai dengan kepentingan bersama.

“Karena kita memahami situasi dinamis baru-baru ini di bawah ketegangan geopolitik, ASEAN juga perlu memiliki cara mereka sendiri tentang bagaimana menjaga resolusi mereka,” ujar Edi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa konektivitas dalam kerangka IMT-GT tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi dan kemampuan kawasan menjaga kelancaran perdagangan ketika terjadi gangguan global.

Selain geopolitik, Edi menyoroti potensi dampak El Nino terhadap keamanan rantai pasok.

Menurutnya, perubahan kondisi iklim dapat memengaruhi produksi pangan sekaligus distribusi barang. Karena itu, kesiapan kawasan perlu diperkuat, terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan kelancaran arus logistik.

Sejumlah komoditas dinilai memiliki peluang untuk menjadi penggerak ekonomi kawasan, antara lain karet, minyak kelapa sawit, produk perikanan, hortikultura bernilai tinggi, serta perdagangan berbasis digital.

Indonesia, kata Edi, juga memiliki peluang mengembangkan produk turunan berbasis kelapa sawit, biometana, energi, dan komoditas hortikultura tropis untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“Indonesia siap memperluas bahan kimia kelapa sawit, biometan dan energi, serta produk hortikultura tropis ke pasar yang lebih luas, didukung oleh rumah pengemasan modern dan sistem rantai dingin yang tangguh di sistem sanitasi,” kata Edi.

Penguatan rantai pasok dari Sumut menjadi relevan karena wilayah ini memiliki akses terhadap jalur pelayaran Selat Malaka, salah satu jalur perdagangan penting di kawasan Asia.

Namun, posisi geografis saja tidak cukup untuk meningkatkan daya saing. Penguatan pelabuhan, konektivitas antardaerah, fasilitas logistik, sistem rantai dingin, rumah pengemasan, serta kepastian pasokan menjadi bagian penting yang perlu berjalan secara terintegrasi.

Dalam konteks IMT-GT, penguatan tersebut berpotensi membuka ruang yang lebih besar bagi komoditas Sumut untuk masuk ke jaringan perdagangan Malaysia, Thailand, dan pasar kawasan lainnya.

Dari sisi pariwisata, Delegasi Malaysia, Zunika binti Mohamed, menyambut positif berbagai inisiatif kerja sama yang dibahas dalam forum tersebut.

Ia menyoroti rencana pemasaran dan media pariwisata IMT-GT serta kajian untuk mempromosikan kawasan IMT-GT sebagai satu kesatuan destinasi.

“Pariwisata lintas batas tetap menjadi pendorong ekonomi yang penting dan kami mendorong kerja sama pariwisata subregional yang lebih dalam termasuk segitiga pertumbuhan Jawa-Sumatra, konektivitas maritim, dan tautan perjalanan digital, untuk memposisikan IMT-GT sebagai destinasi berkelanjutan yang terintegrasi,” kata Zunika.

Kerja sama tersebut memperlihatkan bahwa konektivitas yang dibahas dalam IMT-GT memiliki cakupan lebih luas daripada perdagangan barang. Mobilitas wisatawan, konektivitas maritim, pemasaran bersama, dan layanan digital juga menjadi bagian dari upaya memperkuat integrasi ekonomi kawasan.

Senior Official Meeting merupakan rangkaian kegiatan hari kedua IMT-GT ke-32. Agenda selanjutnya dilanjutkan dengan Business Matching and Business Forum yang mempertemukan pemangku kepentingan pemerintah dan pelaku usaha.

Bagi Sumut, forum tersebut menjadi kesempatan untuk menguji sejauh mana agenda konektivitas dan penguatan rantai pasok dapat diterjemahkan menjadi kerja sama konkret.

Indikator keberhasilannya tidak hanya terlihat dari kesepakatan forum, tetapi juga dari peningkatan konektivitas logistik, efisiensi distribusi, perluasan pasar komoditas, investasi, serta bertambahnya keterlibatan pelaku usaha Sumut dalam rantai perdagangan regional.(AP/red)

Berita Terkait

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Gerebek Lokasi Diduga Transaksi Narkoba di Kandibata
Bupati Asahan Tutup Rambate Rata Raya Cup U-10 2026, SSB Kala Cakti 126 Juara
Perda Nomor 2 Tahun 2013 Dicabut, Rico Waas Pastikan Layanan Lembaga Kemasyarakatan Tetap Berjalan
Rico Waas Dukung Pesta Sinodal Paroki Padre Pio Helvetia, Pemko Siapkan Dukungan Teknis
Bobby Nasution Pastikan Penanganan Banjir Jalan Letda Sujono Dimulai 2027
Optimalkan Pendapatan Daerah, Rico Waas Jelaskan Revisi Perda Pajak dan Retribusi ke DPRD
Bupati Asahan Apresiasi Atlet Renang Peraih 22 Medali di Piala Kemerdekaan 2026
Wakil Bupati Asahan Hadiri Maulid Nabi 1448 H, Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 23:35 WIB

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Gerebek Lokasi Diduga Transaksi Narkoba di Kandibata

Selasa, 8 September 2026 - 20:50 WIB

Bupati Asahan Tutup Rambate Rata Raya Cup U-10 2026, SSB Kala Cakti 126 Juara

Selasa, 8 September 2026 - 20:17 WIB

Perda Nomor 2 Tahun 2013 Dicabut, Rico Waas Pastikan Layanan Lembaga Kemasyarakatan Tetap Berjalan

Selasa, 8 September 2026 - 19:30 WIB

Rico Waas Dukung Pesta Sinodal Paroki Padre Pio Helvetia, Pemko Siapkan Dukungan Teknis

Selasa, 8 September 2026 - 18:17 WIB

Bobby Nasution Pastikan Penanganan Banjir Jalan Letda Sujono Dimulai 2027

Selasa, 8 September 2026 - 17:24 WIB

Bupati Asahan Apresiasi Atlet Renang Peraih 22 Medali di Piala Kemerdekaan 2026

Selasa, 8 September 2026 - 17:21 WIB

Wakil Bupati Asahan Hadiri Maulid Nabi 1448 H, Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah

Selasa, 8 September 2026 - 17:11 WIB

Perwa Smart City Pematangsiantar Dibahas, Pemko Targetkan Penetapan Tahun 2026

Berita Terbaru