ATAPKOTA.COM, DELI SERDANG – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (6/9/2026). Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 22.00 WIB, sebanyak 26 penerbangan keberangkatan dan 31 penerbangan kedatangan mengalami pembatalan, sementara satu penerbangan internasional dialihkan ke Kualanamu.
Gangguan tersebut terutama terjadi pada penerbangan dengan rute Kualanamu–Jakarta maupun sebaliknya. Sementara itu, penerbangan menuju sejumlah bandara lainnya dilaporkan masih berjalan.
Di tengah perubahan jadwal penerbangan dan aktivitas penumpang di terminal, Polda Sumatera Utara bersama Polresta Deli Serdang mengerahkan 108 personel gabungan untuk memperkuat pengamanan sekaligus memberikan pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan.
Salah satu penerbangan yang terdampak adalah Garuda Indonesia GA-82 dengan rute Amsterdam–Jakarta. Penerbangan tersebut dialihkan dan mendarat di Bandara Internasional Kualanamu pada pukul 06.39 WIB.
Kondisi itu membuat koordinasi antara kepolisian, pengelola bandara, maskapai, TNI, Aviation Security (Avsec), serta pemangku kepentingan lainnya menjadi penting untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan.
Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak, S.I.K., bersama Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., turut meninjau kondisi Bandara Kualanamu dan kesiapan personel dalam menghadapi dampak perubahan operasional penerbangan.
Kapolresta Deli Serdang bersama jajaran pejabat utama juga memantau area terminal keberangkatan serta mengikuti rapat koordinasi dengan pihak bandara dan maskapai guna mengetahui perkembangan situasi dan langkah penanganan terhadap penumpang terdampak.
Dari total 108 personel yang disiagakan, sebanyak 30 personel berasal dari Direktorat Samapta Polda Sumut, 10 personel dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polda Sumut, serta 60 personel dari Polresta Deli Serdang. Selain itu, pengamanan juga melibatkan unsur TNI dan Avsec.
Personel ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, antara lain Posko Reaksi Cepat, area informasi keberangkatan, pintu kedatangan, kawasan terminal, serta sejumlah titik di lingkungan bandara.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban, petugas juga diarahkan untuk membantu penumpang yang membutuhkan informasi akibat perubahan jadwal penerbangan.
Polresta Deli Serdang turut menyiapkan layanan kesehatan bagi penumpang yang membutuhkan selama berada di kawasan Bandara Kualanamu.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan pengerahan personel dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban sekaligus membantu masyarakat yang terdampak perubahan operasional penerbangan.
“Polda Sumatera Utara bersama Polresta Deli Serdang telah menempatkan personel di sejumlah titik di Bandara Kualanamu,” ujar Ferry.
Menurutnya, keberadaan personel tidak hanya berfungsi dalam pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada penumpang yang menghadapi pembatalan maupun perubahan jadwal penerbangan.
Ferry mengatakan personel terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pengelola bandara, maskapai, TNI, Avsec, serta pemangku kepentingan lainnya.
Polisi juga mengantisipasi sejumlah potensi persoalan yang dapat muncul akibat gangguan penerbangan, seperti meningkatnya keluhan penumpang, antrean di layanan maskapai, hingga kepadatan pada akses menuju terminal.
Untuk penumpang yang terdampak pembatalan atau perubahan jadwal, pihak maskapai membuka layanan reschedule maupun pengembalian dana sesuai ketentuan masing-masing maskapai.
Polda Sumut mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan mengikuti arahan petugas di Bandara Kualanamu. Penumpang juga diminta memantau informasi resmi dari maskapai dan pengelola bandara sebelum melakukan perjalanan.
Menurut Ferry, kepolisian juga memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau berdasarkan informasi resmi dari instansi berwenang, termasuk BMKG dan PVMBG, sebagai bagian dari koordinasi penanganan dampak terhadap operasional penerbangan.
Hingga Minggu malam, kondisi keamanan dan ketertiban di Bandara Internasional Kualanamu dilaporkan tetap aman, tertib, dan kondusif.
Catatan redaksi: Jumlah 26 penerbangan keberangkatan + 31 penerbangan kedatangan = 57 penerbangan, ditambah satu penerbangan yang dialihkan. Karena naskah awal menyebut 58 penerbangan terdampak, angka tersebut sebaiknya dikonfirmasi kembali kepada pengelola Bandara Kualanamu atau otoritas penerbangan agar tidak terjadi perbedaan antara jumlah pembatalan dan jumlah penerbangan terdampak.(AP/red)

































