ATAPKOTA.COM, MEDAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut dalam pengembangan Portal Satu Data Daerah. Penandatanganan dilakukan di Ruang Rapat Sekdaprov, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Selasa (1/7/2025).
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Effendy Pohan menyambut baik langkah strategis ini. Ia menilai kerja sama tersebut penting untuk menciptakan ekosistem data yang terintegrasi, transparan, dan mendukung pembangunan yang tepat sasaran.
“Saya mengapresiasi kerja sama ini dan memahami urgensinya dalam mewujudkan tata kelola pembangunan berbasis data,” kata Effendy.
Effendy menegaskan bahwa kolaborasi ini harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Ia mengingatkan agar perjanjian ini tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan diwujudkan dalam kinerja teknis konkret di lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam memanfaatkan sistem satu data tersebut.
“Jangan sampai sistemnya sudah ada, tapi SDM tidak siap. Maka perlu pembangunan kapasitas SDM yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Effendy meminta Dinas Kominfo untuk memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, memastikan integritas data, dan menjadikan portal satu data sebagai acuan utama dalam perencanaan, penganggaran, dan evaluasi pembangunan.
Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Plt Kepala Dinas Kominfo Sumut Porman Mahulae dan Kepala BPS Sumut Asim Putra, disaksikan langsung oleh Plh Sekdaprov serta jajaran Pemprov dan BPS Sumut.
Porman menyatakan komitmennya dalam mengawal implementasi portal satu data hingga benar-benar menjadi rujukan resmi data pembangunan daerah.
Dengan penandatanganan ini, Pemprov Sumut berharap dapat membangun ekosistem data digital yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah. Data akan menjadi fondasi kebijakan publik yang akurat dan tepat sasaran, sekaligus mendukung penguatan sistem informasi lintas sektor.
“Kerja sama ini tidak boleh berhenti tahun ini. Harus menjadi bagian dari sistem kerja yang berkesinambungan,” tutup Effendy Pohan.

































