ATAPKOTA.COM, SUMUT – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengajak maskapai nasional PT Garuda Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut. Kerja sama itu diarahkan untuk memperkuat promosi kekayaan budaya, produk UMKM, dan pariwisata Sumut.
Ajakan tersebut disampaikan Bobby saat menerima audiensi manajemen PT Garuda Indonesia di Anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (10/9/2025). Ia menekankan pentingnya menghadirkan identitas lokal dalam pengalaman penumpang.
“Seperti memutar lagu daerah Sumut di pesawat, saat take off atau landing. Itu bisa menandakan penumpang berangkat atau tiba di Sumut,” ujar Bobby.
Selain itu, Bobby juga menekankan pentingnya memperkenalkan produk UMKM khas Sumut melalui layanan di pesawat. Menurutnya, strategi tersebut tidak hanya menambah nilai produk tetapi juga memperluas jangkauan promosi.
“Jadi bagian promosi UMKM, mungkin bisa masuk melalui makanan asli dari Sumut,” tambahnya.
Bobby kemudian menyoroti pariwisata sebagai aset utama Sumut. Menurutnya, Garuda Indonesia bisa memainkan peran besar dalam memperluas pasar wisata Sumut. Ia menyebut Kaldera Toba baru saja kembali mendapat kartu hijau (green card) sebagai destinasi wisata berkelanjutan dunia, sehingga perlu terus dipromosikan.
“Garuda bisa mendukung pariwisata Sumut, terutama Danau Toba, dan juga destinasi lain di Sumut,” tegasnya.
Wakil Gubernur Sumut Surya turut menambahkan masukan agar Garuda memutar lagu daerah di pesawat. Menurutnya, langkah itu akan memperkenalkan kekayaan budaya Sumut kepada penumpang sejak perjalanan dimulai.
General Manager Garuda Indonesia Branch Office Medan, Agny Galus Pratama, memastikan pihaknya siap menindaklanjuti arahan tersebut. Ia menegaskan Garuda Indonesia mendukung kolaborasi dengan Pemprov Sumut untuk mengangkat budaya, UMKM, dan pariwisata daerah.
Dalam kesempatan itu, turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Effendy Pohan, Plt Kepala Dinas Perhubungan Sumut Moettaqien Hasrimi, serta Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif Yuda P. Setiawan. (And/red)































