ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN — Tokoh nasional Rocky Gerung memuji sistem pendidikan di SMA Plus Efarina Saribudolok, Kabupaten Simalungun. Ia menilai sekolah ini memiliki kurikulum yang lebih unggul dibanding kurikulum nasional.
Pujian itu disampaikan Rocky saat hadir dalam Dialog Inspiratif di aula sekolah tersebut, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan itu turut dihadiri oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, bersama Ketua TP PKK Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih.
Acara ini menjadi momentum penting bagi para taruna SMA Plus Efarina untuk menyerap inspirasi dan motivasi langsung dari tokoh pemikir nasional.
Dalam sambutannya, Bupati Anton Achmad Saragih menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Rocky Gerung di Simalungun. Ia menilai, dialog ini membangkitkan semangat belajar para taruna.
“Apa yang disampaikan oleh Bapak Rocky Gerung sangat luar biasa. Ini membangkitkan semangat taruna-taruna SMA Plus Efarina agar terus berprestasi dan kelak berkontribusi membangun daerah,” ujar Bupati Anton.
Sementara itu, pendiri SMA Plus Efarina, Dr. JR Saragih, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Rocky. Ia berharap dialog tersebut memotivasi para siswa untuk terus berpikir kritis dan menjadi pemimpin masa depan.
“Mudah-mudahan dari Simalungun lahir pemikir besar yang membangun bangsa. Semua dimulai dari SMA Plus Efarina,” ucap JR Saragih.
Dalam paparannya, Rocky Gerung mengaku kagum dengan kualitas pertanyaan para taruna. Ia menilai, semangat berpikir kritis mereka mencerminkan sistem pendidikan yang maju.
“SMA Plus Efarina ini lebih unggul dari kurikulum nasional. Para taruna di sini memiliki cara berpikir yang berkualitas dan siap menjadi generasi emas,” tutur Rocky.
Ia menambahkan, Simalungun memiliki potensi menjadi pusat percakapan multikultural di Indonesia.
“Saya berharap para taruna-taruni menjadi kader Indonesia yang berpikir matang, siap membangun, dan tidak menjadi generasi cemas,” tegasnya.
Rocky juga menyatakan keinginannya untuk kembali ke Simalungun guna melihat perkembangan sekolah ini. Ia meyakini, dialog semacam ini akan memperkuat karakter intelektual pelajar dan memperluas wawasan mereka tentang makna pendidikan yang membebaskan. (RAP)



































