ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Fenomena unik yang memicu tanda tanya muncul di kawasan pertanian pangan (padi) Blok 3, yang dikenal sebagai kawasan wisata sawah di Kelurahan Bah Sorma, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, Kamis (14/8/2025).
Di lokasi ini terdapat dua saluran air yang terletak bersebelahan, namun memiliki fungsi dan tujuan yang hampir serupa. Keberadaan keduanya menimbulkan beragam dugaan dan spekulasi di kalangan warga maupun petani.
Pantauan wartawan di lapangan, pada ujung saluran irigasi lama terlihat terpasang pipa yang menghubungkan saluran baru menuju sawah warga.
Pipa tersebut bahkan melewati saluran irigasi yang telah dibangun oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sekitar tahun 2022. Irigasi itu awalnya dibuat untuk menopang kebutuhan air bagi lahan persawahan di kawasan tersebut.
Warga pun mempertanyakan alasan pembangunan saluran baru yang berada tepat di samping irigasi lama, mengingat kondisi irigasi pemerintah tersebut hingga kini masih kokoh dan berfungsi baik.
Salah satu warga sekitar, Hipas Saragih, mengungkapkan keheranannya.
“Irigasi sawah yang dibangun Pemerintah Kota Pematangsiantar dengan uang masyarakat masih sangat bermanfaat bagi petani. Tapi sekarang, demi kepentingan pribadi, irigasi itu justru terancam rusak dan diroboh, bahkan hendak dipindahkan tanpa izin dari pemilik aset, yakni Pemko Pematangsiantar,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan tujuan pemasangan pipa yang menyeberangi irigasi tersebut.
“Logikanya, untuk apa pipa itu diseberangkan para pekerja di lahan itu kalau tidak ada niat lain? Apa tujuan pipa itu melewati saluran irigasi? Yang mau dibongkar mereka irigasi yang dibangun pemerintah? Apa gak tau mereka selama ini, irigasi dan temboknya sebagai batas antara kawasan pemukiman dan persawahan,” sebutnya.
Hipas menegaskan, jika irigasi milik pemerintah dibongkar atau dipindahkan sementara kondisinya masih baik, maka wibawa dan komitmen pemerintah Pematangsiantar untuk Ketahanan Pangan akan dipertaruhkan.
“Kalau ini terjadi, jelas akan merugikan keuangan daerah dan bertentangan dengan upaya pemerintah mendukung ketahanan pangan, sesuai visi-misi Presiden Prabowo Subianto. Apalagi saat ini pemerintah sedang fokus pada program ketahanan pangan,” tegasnya.
Begitupun salah seorang petani yang minta namanya tidak dituliskan mengatakan keheranannya.
“Kok dipasang pipa itu, yang ada niat orang itu mengalihkan air ke tempat mereka biar dibongkar irigasi ini, gak boleh dibongkar. Ini kawasan sawah, gak boleh,..”ucapnya dengan nada heran.
Kadis PKP Pematangsiantar, Ir. Christina Risfani Sidauruk saat dikonfirmasi wartawan tentang kekawatiran warga dan para petani, pada Kamis, (14/08) sekira pukul 18.15 WIB, menyampaikan akan menurunkan tim Dinas PKP ke lokasi tersebut.
“Tks informasinya…besok tim turun ke lokasi ya pak..tks,”tulisnya dalam pesan WhatsApp.
Hingga kini, warga berharap pemerintah Kota Pematangsiantar untuk bertindak tegas dan mempertahankan irigasi yang masih layak, demi menjaga keberlanjutan pertanian pangan dan mencegah tergerusnya kemandirian pangan di Kota Pematangsiantar.
Wartawan : Ilham D/pr
































