ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Penemuan narkotika jenis ganja seberat 47,20 kilogram di lingkungan Universitas Simalungun (USI) baru-baru ini menggegerkan mahasiswa, alumni, dan civitas akademika kampus tersebut. Kabar ini memicu beragam reaksi, salah satunya datang dari demisioner Ketua BEM Fakultas Teknik USI, Gideon Surbakti.
Menurut Gideon, kabar tersebut sangat disayangkan, terutama karena terjadi di masa promosi kampus dan penerimaan mahasiswa baru. “Seharusnya ini menjadi momen menampilkan keunggulan universitas agar semakin banyak mahasiswa mendaftar, namun justru publik disuguhkan berita yang mengecewakan,” ujarnya.
Gideon menilai, temuan ini menjadi ujian bagi Rektor USI, Sarintan E. Damanik, untuk menjaga marwah universitas. Ia meminta pihak kampus tidak hanya mengandalkan kerja sama dengan aparat kepolisian dan TNI, tetapi juga mempererat komunikasi dengan mahasiswa dan BEM.
“Selama saya menjabat sebagai demisioner Ketua BEM FT USI, saya melihat minimnya kontribusi kampus terhadap mahasiswa. Hal ini membuat mahasiswa merasa tidak lagi memiliki kewajiban untuk menjaga kampus layaknya rumah sendiri,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perlunya suasana akademik yang nyaman tanpa intervensi atau perlakuan yang dianggap tidak bersahabat dari dosen kepada mahasiswa. “Kampus ini adalah negerinya mahasiswa, miniatur negara yang diperankan oleh mahasiswa. Jika mereka tidak merasa nyaman, kegiatan BEM terabaikan, dan partisipasi mahasiswa dibatasi, maka itu sama saja memusnahkan integritas mahasiswa,” pungkas Gideon.
Wartawan : Ilham D
































