ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Keluarga Lawati, warga miskin di Desa Buket Bata, Dusun Alue Lipah, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, akhirnya bisa sedikit bernapas lega setelah kondisi rumahnya yang berupa gubuk reot viral di media sosial. Dinas Sosial Aceh Timur bersama Muspika Pante Bidari dan Satuan Tugas Khusus Badan Advokasi Indonesia (Satgasus BAI) bergerak cepat menyalurkan bantuan untuk meringankan beban hidup keluarga tersebut.
Camat Pante Bidari, Darkasyi, memimpin langsung rombongan ketika mengunjungi rumah Lawati. Ia menyerahkan bantuan logistik berupa beras, mi instan, dan telur. Ia juga memberikan bantuan sandang seperti tenda, kasur, pakaian, sajadah, dan mukena. Selain itu, ia menyertakan sejumlah uang tunai yang khusus diperuntukkan bagi ketiga anak Lawati.
Meskipun hujan mengguyur lokasi, Camat Darkasyi bersama jajaran dan tim tetap melanjutkan penyaluran bantuan. Mereka terlihat basah, namun tetap fokus membantu warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Bantuan tersebut menjadi aksi kolaboratif yang melibatkan banyak pihak. Muspika Pante Bidari—melalui Camat dan Kapolsek—mengkoordinasikan penyaluran bantuan. Dinas Sosial Aceh Timur menyediakan logistik, sedangkan Satgasus BAI mengambil peran dalam advokasi serta distribusi bantuan.
Kapolsek Pante Bidari, Irwan, hadir memberikan dukungan moral. Ia mengingatkan keluarga Lawati agar tetap berdoa dan berharap upaya bersama berbagai pihak dapat segera memberikan manfaat nyata.
Di sisi lain, mantan Panglima Sagoe Pante Bidari, Muhammad Hambali atau Panglima Bali, hadir bersama Perkeng dan Abu. Ia menegaskan bahwa persoalan tempat tinggal harus menjadi prioritas. Ia menjelaskan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Falakky, agar pemerintah dapat memprioritaskan pembangunan rumah layak huni untuk keluarga Lawati.
Melalui penyaluran bantuan ini, masyarakat berharap pemerintah mampu segera memberikan solusi permanen, termasuk perbaikan tempat tinggal, sehingga keluarga Lawati dapat menjalani hidup dengan lebih aman dan layak. (HAS/red)




































