ATAPKOTA.COM, SUMUT – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Kesehatan menyiagakan tenaga medis untuk menangani korban bencana banjir, longsor, dan banjir bandang yang melanda sejumlah daerah sejak 26 November 2025. Petugas kesehatan ditempatkan di posko dan titik pengungsian untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat terdampak.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rizal Lubis, menyampaikan hal ini dalam Temu Pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (5/12/2025). Ia menjelaskan bahwa hingga kini, Dinkes Sumut telah menangani 1.890 korban luka ringan dan 94 korban luka berat di wilayah terdampak, seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Langkat. Petugas medis juga terus disiagakan di posko pengungsian.
Data sementara mencatat 41.950 warga mengungsi, 167 orang masih hilang, dan 313 orang meninggal dunia akibat bencana. “Sejak awal bencana, kami berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota terdampak untuk memberikan pelayanan kesehatan di lokasi,” ujar Hamid. Pemprov Sumut juga bekerja sama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Regional Sumatera.
Di Tapteng dan Sibolga, tim medis sempat tertahan karena akses jalan putus. Tim kemudian memberikan pelayanan di Batangtoru, Tapsel, dengan menurunkan dokter, perawat, tenaga farmasi, tenaga kesehatan lingkungan, dan petugas surveilans. Di Langkat, Dinkes Sumut menurunkan tim medis lengkap dan melakukan rotasi petugas antar kecamatan agar layanan tetap optimal.
Dinkes Sumut mencatat 18 rumah sakit, 19 puskesmas pembantu, 25 puskesmas, dan poskesdes terdampak banjir dan longsor, beberapa di antaranya tidak beroperasi karena terendam. Untuk wilayah terisolir, Pemprov mendapat dukungan relawan dari berbagai provinsi, komunitas, dan organisasi masyarakat.
Hamid menekankan potensi penyakit pascabencana, seperti gangguan kulit, diare, ISPA, dan demam. Ia meminta pemerintah kabupaten/kota mendata kebutuhan obat-obatan, bahan medis habis pakai, serta sarana prasarana kesehatan terdampak agar dapat dikompilasi dan dilaporkan ke pusat.
“Upaya lintas sektor ini penting untuk memastikan pelayanan kesehatan korban bencana di Sumut tetap optimal hingga masyarakat pulih,” ujar Hamid. (AK1)




































