ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Pematangsiantar sejak Senin 8 Desember 2025 mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme tersebut semakin terlihat menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 karena kebutuhan bahan pokok biasanya meningkat. Karena itu, pasar murah dinilai membantu masyarakat memperoleh komoditas dengan harga yang lebih terjangkau.
Pada Rabu 10 Desember 2025, pasar murah berlangsung di Kantor Camat Siantar Timur. Selain itu, pelayanan serupa berlanjut di Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Kamis 11 Desember 2025. Di kedua lokasi tersebut, masyarakat memadati area pasar murah untuk membeli bahan kebutuhan sehari-hari.
Berbagai komoditas dijual di setiap titik pasar murah, antara lain beras SPHP 5 kilogram seharga Rp51.500 per sak, telur Rp51.000 per papan, minyak goreng Fortune Rp17.000 per liter, MinyaKita Rp14.500 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, tepung Mila Rp8.000 per kilogram, serta cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. Beberapa komoditas memperoleh subsidi untuk menjaga keterjangkauan harga.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Pematangsiantar, Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSP, menyampaikan bahwa masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pelaksanaan pasar murah. Ia menilai tingginya minat tersebut menjadi dasar penting untuk memperluas cakupan kegiatan.
Melihat respons positif, Sari mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk mengatur pasar murah berdasarkan kecamatan yang memiliki jumlah penduduk kurang mampu lebih banyak. Dengan demikian, pelaksanaan pasar murah dapat berlangsung lebih tepat sasaran.
“Di kecamatan dengan jumlah penduduk kurang mampu terbanyak, kami akan menambah kuota dan memperpanjang waktu pelaksanaan operasi pasar,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa sejumlah komoditas seperti cabai, telur, minyak goreng Fortune, gula pasir, dan tepung memperoleh subsidi. (IL/red)
































