BaraJP Lampung Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Bancakan Dana CSR BI–OJK, Minta Aliran Dana ke Lampung Dibuka

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 19:57 WIB

40307 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, LAMPUNG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) Lampung mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan segera melakukan penahanan terhadap anggota DPR RI Satori dan Heri Gunawan dalam kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dana sosial Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPD Bara JP Lampung, Aprianando Sanjaya pada Senin, 5 Januari 2025 melalui pesan WhatsApp.

BaraJP Lampung menilai langkah tersebut belum cukup untuk mengungkap dugaan praktik korupsi secara menyeluruh.

Mereka meyakini penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) BI–OJK bukanlah perbuatan individual, melainkan diduga kuat sebagai praktik bancakan kolektif di lingkungan Komisi XI DPR RI periode 2019–2024.

“Dana CSR itu hak rakyat miskin, hak petani, dan hak pelaku UMKM. Jika dana itu dijadikan bancakan untuk aset pribadi dan memperkaya elit politik, ini adalah kejahatan luar biasa,” tegasnya.

BaraJP Lampung meminta KPK tidak berhenti pada dua tersangka tersebut, melainkan memperluas penyidikan dan menelusuri aliran dana ke Lampung. Mereka menegaskan agar jabatan baru sebagai kepala daerah maupun anggota DPR tidak dijadikan tameng hukum.

Menurut BaraJP Lampung, kasus yang menjerat Satori dan Heri Gunawan dengan nilai dugaan penerimaan mencapai puluhan miliar rupiah harus menjadi pintu masuk untuk membersihkan Komisi XI DPR RI secara menyeluruh.

Modus operandi yang diduga menggunakan yayasan fiktif dan rekening penampung untuk menyedot dana aspirasi BI dan OJK dinilai sangat mencederai rasa keadilan publik.

BaraJP Lampung menilai pengawasan dan penyaluran dana CSR di Komisi XI merupakan kebijakan yang diketahui secara kolektif.

Mereka meyakini tidak mungkin praktik tersebut hanya dilakukan oleh dua orang tanpa sepengetahuan anggota lainnya, khususnya politisi dari daerah pemilihan yang sama.

Berdasarkan aspirasi masyarakat dan data yang berkembang, BaraJP Lampung menyampaikan sikap resmi sebagai berikut:

1. Mendesak KPK memeriksa tiga politisi asal Lampung yang merupakan Anggota Komisi XI DPR RI periode 2019–2024, yakni:

  • Ela Siti Nuryamah (Bupati Lampung Timur terpilih periode 2025–2030),
  • Marwan Cik Asan (Anggota DPR RI periode 2024–2029),
  • Ahmad Junaidi Auly (Anggota DPR RI periode 2024–2029).

2. Meminta KPK membuka secara transparan aliran dana Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan program penyuluhan OJK yang diduga mengalir ke yayasan-yayasan binaan para politisi di Lampung.

BaraJP Lampung menegaskan, pengusutan tuntas kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen KPK dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu.

“Jangan sampai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Dana CSR adalah uang rakyat dan harus dikembalikan kepada rakyat,” tegas Aprianando Sanjaya. (AP)

Berita Terkait

Polisi Gerebek Warung di Dolok Silau, 24 Paket Diduga Sabu Disita
Wakil Bupati Asahan Buka Festival Kuliner 2026, UMKM Didorong Perluas Pasar
Bobby Nasution Siapkan Dukungan hingga Rp 50 Miliar untuk Kampung Kreatif Sumut
Wagub Sumut Targetkan Penyerahan RSUD dr. M. Thomsen pada 29 Oktober 2026
SMSI-RRI Teken MoU, Perkuat Kompetensi Wartawan dan Perangi Hoaks
Pemkab Samosir Salurkan 51 Paket Alsintan, Perluasan Lahan Bawang Putih Digenjot
Kapolda Sumut Gandeng Al-Washliyah Cegah Narkoba dan Intoleransi
Sekda Simalungun Bantah Kas Daerah Kosong, Saldo RKUD Disebut Hampir Rp 450 Miliar

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Polisi Gerebek Warung di Dolok Silau, 24 Paket Diduga Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Wakil Bupati Asahan Buka Festival Kuliner 2026, UMKM Didorong Perluas Pasar

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Bobby Nasution Siapkan Dukungan hingga Rp 50 Miliar untuk Kampung Kreatif Sumut

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Wagub Sumut Targetkan Penyerahan RSUD dr. M. Thomsen pada 29 Oktober 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:37 WIB

SMSI-RRI Teken MoU, Perkuat Kompetensi Wartawan dan Perangi Hoaks

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Kapolda Sumut Gandeng Al-Washliyah Cegah Narkoba dan Intoleransi

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Sekda Simalungun Bantah Kas Daerah Kosong, Saldo RKUD Disebut Hampir Rp 450 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:38 WIB

DPRD Medan Bahas Perubahan Perda Kemiskinan, Bansos Diminta Tepat Sasaran

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Gerebek Warung di Dolok Silau, 24 Paket Diduga Sabu Disita

Senin, 26 Okt 2026 - 21:51 WIB