ATAPKOTA.COM, TAPTENG – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), serta berdialog dengan warga korban bencana pada Rabu (18 Februari 2026). Kunjungan itu dilakukan di tengah proses evakuasi dan pembersihan permukiman yang rusak akibat luapan Sungai Lopian dari wilayah hulu.
Di sejumlah titik, kerusakan terlihat signifikan. Beberapa rumah dilaporkan bergeser dari pondasi semula, sementara sebagian lainnya mengalami kerusakan berat. Warga yang ditemui menyampaikan kekhawatiran karena tidak lagi dapat menempati rumah mereka, bahkan ada yang kehilangan bangunan tempat tinggal.
“Kita lihat kondisinya bagaimana untuk bangunan rumah warga. Karena ada kategori kerusakannya, ringan, sedang, atau berat. Untuk beberapa titik yang terdampak, sudah kita tinjau,” ujar Bobby di sela peninjauan.
Pemerintah Provinsi Sumut, kata dia, akan mengoordinasikan bantuan bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Bantuan itu mencakup penanganan infrastruktur terdampak hingga rencana penyediaan hunian tetap (huntap) bagi warga dengan kategori kerusakan berat.
“Bantuannya kita siapkan. Dari pemerintah pusat juga ada, dan kabupaten. Untuk Bapak dan Ibu nanti menggunakan rekening Bank Sumut. Kalau belum punya, akan kami bantu pembuatannya,” katanya.
Selain memastikan bantuan, Bobby meminta pemerintah daerah mulai dari tingkat dusun hingga kabupaten segera menyiapkan data faktual warga terdampak. Validasi data, menurutnya, menjadi kunci agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
“Kita minta supaya data masyarakat yang terdampak bencana segera bisa kita terima dari kabupaten. Untuk proses penanganan, kita sudah memiliki skema Rencana Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana (R3P),” ujarnya.
Banjir yang terjadi pada Senin (16 Februari 2026) itu tidak hanya melanda Kecamatan Badiri. Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyampaikan bahwa beberapa kecamatan turut terdampak, termasuk Kecamatan Tukka yang mengalami pemadaman listrik akibat genangan dan gangguan jaringan.
Peristiwa ini menambah daftar kejadian serupa di Sumut dalam beberapa bulan terakhir. Pada November 2025, banjir juga melanda sejumlah wilayah lain di provinsi tersebut. Pemerintah Provinsi Sumut menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat langkah tanggap darurat sekaligus perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sejauh ini, belum dirinci jumlah pasti rumah terdampak maupun total kerugian material. Pemerintah daerah masih melakukan pendataan lapangan untuk memastikan skala dampak dan kebutuhan riil warga. (red)
































