ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meluncurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Makmur yang ditargetkan menjangkau 10.000 warga lanjut usia (lansia) di Kota Medan. Program tersebut diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kota Medan yang digelar di halaman Kantor Camat Medan Petisah, Rabu (3/6/2026).
Program PKH Medan Makmur menjadi salah satu kebijakan sosial yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada lansia, khususnya mereka yang hidup dalam kondisi ekonomi terbatas, terlantar, atau tidak memiliki keluarga yang mampu memberikan perhatian dan pendampingan.
Di hadapan puluhan lansia yang hadir, Rico Waas menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok usia lanjut yang membutuhkan perhatian khusus.
Menurutnya, masih banyak lansia yang menghadapi berbagai kesulitan hidup, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga minimnya dukungan keluarga.
“Banyak lansia kita yang kehidupannya sangat susah. Ada yang keluarganya jauh, bahkan sudah tidak ada, atau anaknya tidak memperhatikan. Bagaimana mereka bisa menjalani kehidupan dengan baik? Pemerintah harus hadir memberikan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga lansia,” ujar Rico Waas.
Melalui PKH Medan Makmur, Pemko Medan berharap para lansia yang masuk dalam kategori penerima manfaat dapat memperoleh dukungan yang membantu memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan mereka di masa tua.
Rico mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan perhatian dan perlindungan sosial.
“Ini merupakan kebijakan yang kami ambil. Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat dan membawa kebaikan bagi masyarakat, khususnya para lansia,” katanya.
Selain memperkenalkan program baru, Rico juga mengajak seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap para lansia.
Ia mengingatkan bahwa setiap orang pada akhirnya akan memasuki masa lanjut usia sehingga penghormatan dan perhatian kepada lansia harus menjadi bagian dari nilai kehidupan sosial masyarakat.
“Maknailah hidup kita ketika masih sehat dan produktif. Karena suatu saat kita semua akan menjadi lansia. Oleh karena itu, sayangilah dan hormatilah para lansia kita,” ujarnya.
Peringatan HLUN ke-30 tingkat Kota Medan turut diisi berbagai kegiatan pelayanan dan edukasi kesehatan bagi lansia. Kegiatan tersebut meliputi senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), serta penyerahan bantuan paket nutrisi secara simbolis.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, drg. Henny Savitri, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemko Medan dalam meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan promotif dan preventif yang terintegrasi dengan program Integrasi Layanan Primer (ILP) di puskesmas.
Menurut Henny, Kecamatan Medan Petisah dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena menjadi wilayah pertama yang mengembangkan sekolah lansia di Kota Medan dan dinilai berhasil menjadi pelopor bagi kecamatan lainnya.
“Kami berharap keberhasilan sekolah lansia di Kecamatan Medan Petisah dapat menjadi pemicu bagi kecamatan lain untuk mengembangkan program serupa, sehingga pembinaan dan pemberdayaan lansia dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan di seluruh Kota Medan,” kata Henny.
Melalui berbagai program tersebut, Pemko Medan berharap kualitas hidup lansia terus meningkat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih ramah terhadap kelompok lanjut usia. (Mery/red)
































