ATAPKOTA.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggandeng Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Muhibuddin untuk memberikan pembekalan karakter dan motivasi kepada peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.
Rencana tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, saat bertemu Kajatisu di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan Jenderal Besar AH Nasution, Medan, Senin, 8 Juni 2026.
Menurut Sulaiman, Pemprov Sumut secara khusus mengundang Muhibuddin untuk memberikan arahan kepada peserta dan kontingen MTQ yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara pada rangkaian pembukaan MTQ ke-40.
“Kehadiran kami untuk mengundang Bapak Kajati agar berkenan memberikan pembekalan dan motivasi kepada seluruh peserta serta kontingen dari kabupaten dan kota se-Sumatera Utara pada pembukaan MTQ ke-40,” ujar Sulaiman.
Ia menjelaskan, MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara mengusung tema “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Kolaborasi Sumut Berkah”. Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman dan karakter Alquran yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.
MTQ ke-40 dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 24 Juni 2026 dan dipusatkan di kawasan Gedung Astaka, Jalan Willem Iskandar, Medan.
Menanggapi undangan tersebut, Muhibuddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menilai kesempatan tersebut merupakan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai integritas, karakter, dan semangat pengabdian kepada generasi muda Sumatera Utara.
Menurut Muhibuddin, Sumatera Utara memiliki posisi strategis dan menjadi salah satu daerah yang kerap menjadi perhatian dalam berbagai sektor pembangunan.
“Sumatera Utara merupakan barometer. Tantangannya adalah bagaimana mengubah berbagai persoalan menjadi penyelesaian yang nyata. Memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin,” katanya.
Muhibuddin juga menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ tidak seharusnya hanya menjadi ajang perlombaan membaca maupun menghafal Alquran. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Menghafal Alquran tentu sangat baik, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, meskipun dimulai dari satu ayat,” ujarnya.
Kajatisu yang baru beberapa bulan bertugas di Sumatera Utara itu juga mengingatkan pentingnya menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan profesi masing-masing. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial dan pemerintahan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumut Muhammad Suib, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut Muhammad Yasir Tanjung, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Abu Kosim, tokoh agama, serta jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. (AP/red)




































