10 Ribu Warga Medan Terima Bansos Rp 2,4 Juta per Tahun Lewat PKH Medan Makmur

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 17:11 WIB

4095 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, MEDAN — Pemerintah Kota (Pemko) Medan menjalankan Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Makmur dengan menyasar 10.000 penerima manfaat pada tahun 2026. Program bantuan sosial yang bersumber dari APBD Kota Medan ini diprioritaskan bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah pusat.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, program tersebut merupakan langkah konkret Pemko Medan untuk memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

“Masih ada masyarakat kita yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, lansia terlantar, hingga penyandang disabilitas yang belum mendapatkan perhatian. Ini yang harus kita hadirkan solusinya,” ujar Rico Waas saat Sosialisasi PKH Medan Makmur dan Digitalisasi Bantuan Sosial di Kantor Wali Kota Medan, Rabu (1/4/2026).

Program PKH Medan Makmur memiliki landasan hukum Peraturan Wali Kota Medan Nomor 10 Tahun 2026 dan dirancang sebagai bantuan sosial bersyarat untuk memperkuat sistem perlindungan sosial di daerah.

Setiap penerima manfaat akan mendapatkan bantuan Rp 200.000 per bulan atau Rp 2,4 juta per tahun, yang disalurkan secara non-tunai melalui rekening masing-masing penerima.

Adapun sasaran utama program ini adalah warga Kota Medan yang merupakan penyandang disabilitas dengan tingkat ketergantungan tinggi serta lanjut usia berusia 60 tahun ke atas yang berada dalam kondisi terlantar atau tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar.

Selain itu, calon penerima harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain berdomisili di Kota Medan dengan dokumen kependudukan yang sah, tidak sedang menerima bantuan sosial lain seperti PKH nasional atau BPNT, serta terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional pada desil 1 hingga 5.

Bagi warga yang belum terdata, pengusulan dapat dilakukan melalui musyawarah di tingkat kelurahan.

Proses pengajuan bantuan dilakukan secara berjenjang mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga ditetapkan melalui keputusan Wali Kota setelah melalui verifikasi oleh Dinas Sosial Kota Medan.

Rico Waas menegaskan bahwa proses pendataan penerima harus dilakukan secara objektif dan akurat. Ia mengingatkan camat dan lurah agar tidak menyalahgunakan kewenangan dalam menentukan penerima bantuan.

“Bantuan ini untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Jangan sampai disalahgunakan. Kalau tidak sesuai, akan diproses,” tegasnya.

Dari sekitar 313.000 keluarga yang masuk kelompok desil 1 hingga 5 di Kota Medan, menurut Rico diperlukan penyaringan ketat agar bantuan dapat tepat sasaran. Distribusi bantuan juga akan dilakukan secara proporsional di 21 kecamatan, dengan perhatian lebih pada wilayah Medan bagian utara.

Selain menjalankan PKH Medan Makmur, Pemko Medan juga mendorong pembenahan sistem pendataan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).

Wali Kota meminta Dinas Sosial segera melakukan pelatihan ulang bagi operator serta mendata kendala perangkat di tingkat kelurahan untuk ditindaklanjuti bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Di sisi lain, Kota Medan juga ditetapkan sebagai daerah percontohan nasional dalam digitalisasi bantuan sosial. Melalui integrasi data berbasis Identitas Kependudukan Digital (IKD), pemerintah menargetkan validasi data penerima bansos menjadi lebih akurat dan transparan.

Seluruh camat dan lurah juga diwajibkan memiliki IKD serta menjadi agen sosialisasi di tengah masyarakat, termasuk membantu warga yang belum memahami penggunaan teknologi digital.

Rico Waas menargetkan seluruh proses pendataan PKH Medan Makmur, pembenahan SIKS-NG, serta langkah awal digitalisasi bantuan sosial dapat diselesaikan dalam bulan ini.

“Ini kerja bersama. Kami minta komitmen seluruh jajaran agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (Mery/red)

Berita Terkait

Pemko Medan Dukung Run For Garbage 2026, Gabungkan Olahraga dan Kampanye Peduli Lingkungan
Patroli Gabungan Antinarkoba Digelar di Asahan, Sejumlah Tempat Hiburan Diperiksa dan Tes Urine Dilakukan
Polda Sumut Siapkan Pengamanan Berlapis untuk Laga Indonesia vs Vietnam di ASEAN U-19 Boys Championship 2026
Menjaga Stabilitas Nasional di Tengah Ketidakpastian Global: Sebuah Catatan untuk Presiden Prabowo Subianto
Drama Adu Penalti Warnai Final POR Polda Sumut 2026, Polres Toba Raih Gelar Juara
Brimob Polda Sumut Gagalkan Tawuran di Medan Tembung, Empat Pemuda dan Dua Kelewang Diamankan
Perangi Narkoba, Gubernur Bobby Nasution Kerahkan Patroli Gabungan di Asahan
Tak Ada Data PP dan PKB PT SHK di Disnaker, Kuasa Hukum Minta Pengawas Ketenagakerjaan Turun Tangan

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:18 WIB

Pemko Medan Dukung Run For Garbage 2026, Gabungkan Olahraga dan Kampanye Peduli Lingkungan

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:07 WIB

Patroli Gabungan Antinarkoba Digelar di Asahan, Sejumlah Tempat Hiburan Diperiksa dan Tes Urine Dilakukan

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:25 WIB

Polda Sumut Siapkan Pengamanan Berlapis untuk Laga Indonesia vs Vietnam di ASEAN U-19 Boys Championship 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:26 WIB

Menjaga Stabilitas Nasional di Tengah Ketidakpastian Global: Sebuah Catatan untuk Presiden Prabowo Subianto

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:25 WIB

Drama Adu Penalti Warnai Final POR Polda Sumut 2026, Polres Toba Raih Gelar Juara

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:30 WIB

Perangi Narkoba, Gubernur Bobby Nasution Kerahkan Patroli Gabungan di Asahan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:10 WIB

Tak Ada Data PP dan PKB PT SHK di Disnaker, Kuasa Hukum Minta Pengawas Ketenagakerjaan Turun Tangan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:20 WIB

Patroli Laut Gabungan di Tanjungbalai Ungkap Nahkoda dan ABK Positif Ganja

Berita Terbaru