Fraksi Nurani Keadilan Soroti Kinerja Pemko Pematangsiantar: Angka Tinggi, Dampak ke Warga Dipertanyakan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 16:13 WIB

40282 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Fraksi Nurani Keadilan DPRD Kota Pematangsiantar menyoroti kinerja pemerintah kota dalam Rapat Paripurna pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Tahun Anggaran 2025, yang digelar Selasa (14/4/2026).

Dalam pandangan umum yang dibacakan Sabariah Harahap, fraksi menilai capaian angka yang disampaikan pemerintah belum sepenuhnya sejalan dengan kondisi riil di lapangan.

Fraksi mencatat, pendapatan daerah tahun 2025 mencapai Rp1,12 triliun. Sementara itu, sejumlah indikator makro menunjukkan capaian yang relatif tinggi, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 81,17, pertumbuhan ekonomi 4,09 persen, serta pendapatan per kapita Rp66,086 juta.

Namun, fraksi mempertanyakan sejauh mana angka-angka tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.

“Capaian tidak boleh berhenti pada angka. Harus ada dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” demikian inti pandangan fraksi.

Fraksi juga menyoroti tingkat pengangguran yang masih berada di angka 7,74 persen serta indeks ketimpangan (Gini Ratio) yang dinilai perlu dikaji lebih dalam keterkaitannya dengan pemerataan kesejahteraan.

Selain itu, fraksi meminta penjelasan rinci mengenai kondisi kemiskinan pada tahun 2025, terutama dalam konteks tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.

Fraksi menilai masih banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum optimal dalam merealisasikan program dan penggunaan anggaran.

Kinerja aparatur juga menjadi perhatian. Fraksi menegaskan penempatan pejabat harus berbasis kompetensi dan prestasi, bukan kedekatan personal maupun politik.

Sejumlah dinas bahkan disorot secara khusus, termasuk Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak yang dinilai belum maksimal dalam menangani persoalan sosial.

Permasalahan mendasar di Kota Pematangsiantar turut menjadi sorotan. Fraksi menilai program penanganan sampah belum berjalan efektif, terlihat dari kondisi di lapangan yang masih dikeluhkan masyarakat.

Selain itu, persoalan lalu lintas dan parkir dinilai semakin semrawut. Terminal Tanjung Pinggir disebut belum difungsikan optimal, sehingga memicu munculnya terminal liar dan penggunaan trotoar yang tidak sesuai peruntukan.

Fraksi juga menyoroti lambannya penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta persoalan batas wilayah antara Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.

Fraksi meminta pemerintah kota melalui Bappeda memberikan penjelasan konkret terkait progres kedua isu tersebut, mengingat pentingnya kepastian hukum dalam pembangunan wilayah.

Di sektor ekonomi, fraksi menilai pengembangan UMKM belum berjalan optimal meski sering disosialisasikan sebagai penggerak ekonomi rakyat.

Selain itu, pemasangan tiang fiber optik di sejumlah titik juga disebut memicu protes warga karena dinilai mengganggu lingkungan.

Kinerja perusahaan daerah seperti PDAM dan PD PAUS turut disorot. Fraksi menilai kedua BUMD tersebut belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

Masalah penerangan jalan umum (LPJU) juga menjadi perhatian. Sejumlah wilayah seperti Tanjung Pinggir dan Gang Bendungan disebut masih minim penerangan dan rawan gangguan keamanan.

Fraksi mengungkap adanya persoalan kesejahteraan petugas LPJU yang diduga berdampak pada tidak optimalnya pemasangan dan perbaikan lampu jalan.

Seluruh catatan, kritik, dan pertanyaan fraksi telah disampaikan kepada pemerintah kota untuk ditindaklanjuti.

Pihak eksekutif melalui perwakilannya, Herlina, meminta waktu untuk menyusun jawaban secara komprehensif. Penyampaian jawaban yang semula dijadwalkan sore hari kemudian disepakati ditunda menjadi pukul 20.00 WIB untuk menyesuaikan waktu ibadah.

 

Kontributor : Larsen Simatupang. |  Editor : Redaksi Atapkota.com

Berita Terkait

Era Baru SMA Taruna Nusantara, Presiden Prabowo Perluas Kampus dan Gratiskan Pendidikan bagi Seluruh Siswa
Prabowo Tekankan Nilai Sumpah Pemuda kepada Siswa Taruna Nusantara, Persatuan Jadi Kunci
Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Tekankan Patriotisme dan Integritas
Longsor di Silou Kahean Tutup Akses Warga, Pemkab Simalungun Siapkan Penanganan
Jalan Rusak di Dolok Batu Nanggar Disorot, Pemkab Simalungun Sepakati Empat Langkah Penanganan
Antisipasi Banjir, Pemko Medan Siapkan 200 Lebih Lokasi Pengungsian dan Perkuat Koordinasi
Lantik Erisda Hutasoit Jadi Sekwan Medan, Rico Waas Tekankan Pentingnya Jembatan Eksekutif-Legislatif
Bobby Nasution Siapkan Skema Pembiayaan Alternatif untuk Infrastruktur Nelayan Nias Selatan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Era Baru SMA Taruna Nusantara, Presiden Prabowo Perluas Kampus dan Gratiskan Pendidikan bagi Seluruh Siswa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Prabowo Tekankan Nilai Sumpah Pemuda kepada Siswa Taruna Nusantara, Persatuan Jadi Kunci

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Tekankan Patriotisme dan Integritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Longsor di Silou Kahean Tutup Akses Warga, Pemkab Simalungun Siapkan Penanganan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Jalan Rusak di Dolok Batu Nanggar Disorot, Pemkab Simalungun Sepakati Empat Langkah Penanganan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Lantik Erisda Hutasoit Jadi Sekwan Medan, Rico Waas Tekankan Pentingnya Jembatan Eksekutif-Legislatif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Bobby Nasution Siapkan Skema Pembiayaan Alternatif untuk Infrastruktur Nelayan Nias Selatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Plt Kepala SMPN 3 Pematangsiantar Buka Suara soal Dugaan Pelecehan, Guru Dibebastugaskan

Berita Terbaru