ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 sekaligus meminta pemerintah terus meningkatkan kualitas layanan serta mencari terobosan untuk mempercepat masa tunggu keberangkatan jemaah haji Indonesia.
Arahan tersebut disampaikan Presiden saat menerima Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Menteri Haji dan Umrah, pimpinan DPR RI, serta sejumlah anggota Komisi VIII DPR RI di kediaman pribadinya di Hambalang, Rabu (17/6/2026). Pertemuan itu membahas evaluasi pelaksanaan ibadah haji 2026 sekaligus persiapan penyelenggaraan musim haji 2027.
Usai pertemuan, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan Presiden memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji tahun ini yang dinilai berjalan lebih baik, meski masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan.
Menurut Irfan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah dan DPR RI melalui Tim Pengawas Haji sehingga berbagai kendala di lapangan dapat ditangani lebih cepat.
“Presiden memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji tahun ini. Sinergi pemerintah bersama DPR berjalan baik sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat segera diatasi,” ujar Irfan.
Ia menjelaskan, meski Kementerian Haji dan Umrah baru efektif bekerja sejak September 2025, sementara tahapan penyelenggaraan haji telah dimulai Pemerintah Arab Saudi sejak Juni 2025, berbagai persiapan dapat dikejar melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Salah satu capaian yang disoroti ialah percepatan penerbitan visa jemaah. Selain itu, distribusi aplikasi Nusuk telah dilakukan sejak masih di Indonesia sehingga berbagai persoalan yang sebelumnya kerap terjadi, seperti jemaah terpisah dari rombongan atau kesulitan memperoleh hotel, dapat diminimalkan.
Pemerintah juga mulai menerapkan skema kontrak layanan multiyears dengan penyedia jasa haji. Menurut Irfan, kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memberi kepastian kepada mitra penyedia layanan untuk meningkatkan fasilitas bagi jemaah Indonesia.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo juga memberikan sejumlah arahan untuk penyelenggaraan haji 2027.
Arahan tersebut meliputi peningkatan kualitas konsumsi jemaah, persiapan layanan yang dilakukan lebih awal, hingga peningkatan kualitas akomodasi dan hotel yang digunakan jemaah Indonesia.
“Presiden meminta agar kualitas makanan, hotel, dan seluruh layanan kepada jemaah terus ditingkatkan sehingga penyelenggaraan haji tahun depan menjadi lebih baik,” kata Irfan.
Selain itu, Presiden turut menyoroti rencana pengembangan Kampung Haji sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji.
Menurut Irfan, pembahasan mengenai Kampung Haji masih akan dilakukan bersama DPR RI mengingat adanya sejumlah tantangan, seperti fluktuasi nilai tukar rupiah, kenaikan harga avtur, kondisi ekonomi global, serta penyesuaian biaya layanan dari Pemerintah Arab Saudi.
Presiden juga memberikan perhatian khusus terhadap lamanya masa tunggu keberangkatan haji di sejumlah daerah.
Irfan mengungkapkan, pemerintah telah berhasil menurunkan masa tunggu maksimal menjadi sekitar 26 tahun, termasuk di beberapa daerah yang sebelumnya mencapai 35 hingga hampir 50 tahun.
Meski demikian, Presiden menilai upaya tersebut masih perlu ditingkatkan.
“Presiden meminta kami terus mencari solusi agar masa tunggu keberangkatan haji dapat dipersingkat sehingga masyarakat memperoleh kepastian yang lebih baik,” ujar Irfan.
Arahan tersebut, lanjut Irfan, menjadi komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji melalui pelayanan yang lebih profesional, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah Indonesia. (RE/red)




































