Temasek Singapura Jajaki Investasi di TSTH2 Humbahas, Wagub Sumut Dorong Pengembangan Pusat Bioekonomi Tropis

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:44 WIB

40165 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delegasi Temasek Singapura meninjau TSTH² Humbahas bersama Wagub Sumut Surya guna menjajaki investasi, riset, dan pengembangan bioekonomi tropis.

Delegasi Temasek Singapura meninjau TSTH² Humbahas bersama Wagub Sumut Surya guna menjajaki investasi, riset, dan pengembangan bioekonomi tropis.

ATAPKOTA.COM, HUMBAHAS – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Surya, mendampingi delegasi Temasek Singapura meninjau kawasan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH²) di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Jumat (10/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peluang investasi, kerja sama riset, inovasi, dan hilirisasi sektor herbal serta hortikultura di Sumatera Utara.

Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung potensi TSTH² sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan bioekonomi tropis yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor pertanian berbasis riset.

Wakil Gubernur Surya menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendukung pengembangan TSTH² agar menjadi salah satu kawasan unggulan nasional yang memiliki daya saing di bidang penelitian, inovasi, dan pengembangan komoditas herbal maupun hortikultura.

Menurut Surya, kawasan TSTH² memiliki posisi strategis karena diproyeksikan menjadi pusat riset dan pengembangan bioekonomi tropis di wilayah barat Indonesia. Pengembangan kawasan tersebut juga dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pemanfaatan ilmu pengetahuan, inovasi, serta potensi sumber daya lokal.

“TSTH² bukan sekadar proyek daerah atau laboratorium penelitian. Kawasan ini merupakan investasi masa depan yang memadukan ilmu pengetahuan, inovasi, dan potensi lokal untuk memberikan manfaat bagi perekonomian nasional,” ujar Surya.

Ia menjelaskan, kawasan TSTH² memiliki lebih dari 100 jenis tanaman herbal dan hortikultura unggulan lokal, di antaranya andaliman, kunyit hitam, jahe merah, serta berbagai komoditas hortikultura dataran tinggi.

Selain memiliki keanekaragaman hayati, kondisi agroklimat Kabupaten Humbang Hasundutan dinilai sangat mendukung pengembangan perbenihan, penelitian adaptasi perubahan iklim, hingga produksi bahan baku herbal dan hortikultura yang berorientasi ekspor.

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian, dan mitra internasional dalam mempercepat pengembangan sektor ekonomi berbasis riset dan inovasi.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya investasi baru sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui proses hilirisasi.

Selama kunjungan berlangsung, delegasi Temasek meninjau sejumlah fasilitas penelitian dan pengembangan yang berada di kawasan TSTH². Pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi mengenai berbagai peluang kerja sama strategis, pengembangan teknologi, serta investasi yang berpotensi dikembangkan di masa mendatang.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat kemitraan dengan investor internasional sekaligus mempercepat pengembangan TSTH² sebagai pusat bioekonomi tropis yang mampu meningkatkan daya saing daerah, membuka peluang investasi, serta mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. (AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi
KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Kamis, 5 November 2026 - 16:25 WIB

Rakernis Reserse Polda Sumut 2026, Kapolda Ingatkan Kasat Reskrim soal Amanah Jabatan

Berita Terbaru