Pembongkaran Aset Daerah di Aceh Timur Picu Polemik, Bupati Diminta Tegas

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 14 September 2025 - 14:45 WIB

40247 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LSM KANA, Muzakir,

Ketua LSM KANA, Muzakir,

ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Pembongkaran fasilitas di Kompleks Pendopo Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, menuai sorotan publik. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Advokasi Nanggroe Aceh (KANA) menuding kegiatan itu dilakukan tanpa izin resmi dari Pemerintah Kabupaten, Minggu (14/9/2025).

Ketua LSM KANA, Muzakir, menegaskan pembongkaran tersebut melanggar ketentuan Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) serta aturan perubahannya dalam Permendagri Nomor 7 Tahun 2024.

“Fasilitas yang dibongkar meliputi pagar kompleks tanpa persetujuan Bupati Aceh Timur, gudang mesin genset listrik, bak penampung air, saringan air, hingga pagar lain di area pendopo,” ungkap Muzakir.

Ia menambahkan, barang-barang hasil bongkaran tidak jelas keberadaannya. Menurutnya, hal ini memunculkan pertanyaan besar mengenai pengelolaan aset daerah.

Lebih lanjut, Muzakir menilai tindakan itu mencerminkan pemborosan aset serta lemahnya pengawasan. Ia juga menyoroti kurangnya transparansi dan pertanggungjawaban dalam penggunaan anggaran daerah yang dianggap dihamburkan.

“Masyarakat menuntut Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, segera mengambil langkah tegas,” tegas Muzakir.

Ia juga meminta agar pejabat yang tidak berintegritas dan tidak bertanggung jawab terhadap aset daerah segera dicopot dari jabatan.

“Masyarakat menanti tindakan konkret untuk mengusut tuntas persoalan ini. Aparat penegak hukum juga harus turun tangan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” pungkasnya. (Has/red)

Berita Terkait

1.115 Warga Disebut Dukung Investasi, Tokoh Beutong Ateuh Sampaikan Aspirasi ke Komisi III DPR
Aktivis HAM Aceh Desak Pemerintah Pusat dan Aceh Segera Ciptakan Lapangan Kerja Pascabencana
24 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan, Fasilitas SMAN 1 Pulau Banyak Memprihatinkan, Asrama Bak Sarang hantu
Kapolda Aceh Tekankan Perencanaan Polri Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat
Ketua LSM CAPA Aceh Tantang Konsultan Pengawas Buktikan Spesifikasi Rehabilitasi SDN Dring Tujoh Nagan Raya
Final Simpang Kanan Cup I 2026 Digelar Malam Ini, Empat Tim Berebut Gelar Juara
Jembatan Gantung Kendawi Capai 80 Persen, Ditargetkan Beroperasi 16 Agustus 2026
Wapres Gibran Spontan Singgah di SDN 11 Jangka, Sapa Siswa dan Tinjau Keluhan Sekolah

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru