Kahiyang Ayu Borong Songket Khas Asahan, Dukung UMKM dan Budaya Lokal

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 5 Agustus 2025 - 00:38 WIB

40536 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut) Kahiyang Ayu, mengunjungi sentra pengrajin songket di Desa Silo Bonto, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan,  Senin (4/8).

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut) Kahiyang Ayu, mengunjungi sentra pengrajin songket di Desa Silo Bonto, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Senin (4/8).

ATAPKOTA.COM, ASAHAN — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara, Ny. Kahiyang Ayu M.Ed., mengunjungi sentra pengrajin songket di Desa Silo Bonto, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Senin (4/8/2025).

Dalam kunjungan itu, Ny. Kahiyang Ayu memborong sejumlah kain songket khas Asahan bermotif Pucuk Rebung, Bunga Tulip, Kapal dan Ikan, serta Motif Asahan Klasik.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan Dekranasda Sumut terhadap pelestarian budaya lokal dan penguatan sektor UMKM daerah.

“Motif yang ada di songket menggambarkan kearifan lokal dan sejarah daerah. Hari ini, Dekranasda hadir di Desa Silo Bonto, tempat komunitas pengrajin songket khas Asahan. Kita harapkan kegiatan ini mendorong promosi agar produk lokal semakin dikenal dan diminati masyarakat luas,” ujar Kahiyang.

Didampingi sejumlah pengurus Dekranasda Sumut, Kahiyang berdialog langsung dengan para pengrajin untuk mendengar tantangan yang mereka hadapi. Salah satu persoalan utama ialah keterbatasan bahan baku seperti benang togak dan benang pakan yang masih harus didatangkan dari Sumatera Barat.

Sementara itu, pengrajin kain songket Zul Asmal menyampaikan bahwa komunitas pengrajin songket di Desa Silo Bonto telah aktif lebih dari 10 tahun. Saat ini, terdapat sekitar 15 hingga 20 pengrajin yang memproduksi kain dengan motif unggulan khas Asahan.

“Harga kain songket bervariasi, mulai dari Rp350 ribu hingga Rp650 ribu, tergantung tingkat kerumitan motif dan kualitas bahan,” jelas Zul.

Ia menambahkan, hasil tenunan para pengrajin telah dipasarkan ke berbagai daerah seperti Medan, Jakarta, Bukittinggi, serta ke masyarakat lokal dan jajaran Pemkab Asahan.

Atas kunjungan dan pembelian produk dari Kahiyang Ayu, Zul Asmal menyampaikan apresiasi dan harapan.

“Terima kasih Ibu Gubernur atas kunjungan dan dukungannya dengan membeli produk kami. Semoga UMKM kami semakin dikenal dan songket khas Asahan semakin diminati,” ucap Zul, didampingi istrinya, Emi. (AP/kr)

Berita Terkait

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan
Anggaran Sumut 2027 Terancam Turun Rp 1,2 Triliun, Pemprov Gandeng USU Cari Solusi Pembangunan
Pemprov Sumut Dorong 33 Kabupaten/Kota Terintegrasi PASADA, Baru 14 Daerah Terhubung
Asahan Jalani Penilaian Akhir Kabupaten Ber-Aksi 2026, KPK Soroti Implementasi di Lapangan
Dugaan Perambahan Hutan Hatonduhan, Warga Kampung Rondang Hentikan Alat Berat
Borong Dua Prestasi di Jambore PKK Sumut 2026, Asahan Juara 1 dan Juara 3

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru