ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN -Asap hitam pekat membumbung tinggi di langit Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Sumatera Utara. Musibah kebakaran besar melanda Pasar Tradisional Pajak Baru Serbalawan, Senin sore (18/8/2025), meninggalkan puing-puing hangus dan tangis para pedagang yang kehilangan mata pencahariannya.
Kabar duka itu langsung sampai ke telinga Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih. Tanpa menunggu lama, ia bergerak cepat (gercep) menembus perjalanan tiga jam dari Kabanjahe menuju lokasi kebakaran. Didampingi Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, serta Ketua TP PKK, Ny. Darmawati Anton Achmad Saragih, sang Bupati tiba di lokasi bencana dengan wajah penuh keprihatinan.
“Saya mendengar kabar ini saat berziarah ke makam ibu saya. Tiga jam perjalanan saya tempuh demi tiba di sini. Namun, sebelum saya sampai, mobil Damkar sudah saya perintahkan untuk bergerak lebih dulu,” ungkap Bupati dengan suara tegas namun sarat emosi.
Api yang bermula dari pembakaran sampah menjelma jadi monster api yang melahap 100 loods dan 40 kios. Sembako, sepatu, hingga barang kebutuhan pokok musnah seketika, tak bersisa kecuali arang dan kesedihan.
Di tengah kepanikan, Bupati Anton menegaskan bahwa pasar tradisional ini bukan sekadar tempat jual beli, melainkan nadi ekonomi masyarakat Serbalawan. Ia memastikan pasar akan segera dibangun kembali melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Simalungun.
“Bangunan ini milik Pemkab. Jadi, Pemkab bertanggung jawab. Pasar ini akan kita bangun kembali. Saya pastikan itu!” tegasnya, disambut sorak dan harap para pedagang.
Selain itu, Bupati juga memerintahkan Camat Dolok Batu Nanggar untuk memfasilitasi pertemuan dengan para pedagang. Tujuannya, menentukan lokasi sementara agar aktivitas jual beli tetap berjalan.
Salah seorang pedagang, Suzalli Bakkah, dengan mata berkaca-kaca memohon agar pemerintah segera membangun kembali pasar yang menjadi sumber kehidupannya.
“Pak Bupati, Bapak adalah orang tua kami di sini. Tolong bangunkan kembali pasar kami secepatnya. Di sinilah kami menggantungkan hidup,” ucapnya lirih, namun penuh harap.
Camat Dolok Batu Nanggar, Supardi, menjelaskan bahwa api mulai berkobar sekitar pukul 14.00 WIB. Sebanyak delapan unit mobil Damkar dikerahkan dari BPBD Kabupaten Simalungun, PT Bridgestone, PT STTC, hingga Pemko Pematangsiantar.
“Mobil Damkar bolak-balik mengisi air ke PT Bridgestone untuk mempercepat pemadaman,” terang Supardi.
Walau api akhirnya berhasil dijinakkan, pasar legendaris ini kini hanya menyisakan puing-puing.
Bupati Anton juga mengingatkan masyarakat agar tidak abai terhadap bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau.
“Kita harus waspada. Penyebab kebakaran kali ini hanya hal sepele: membakar sampah. Namun akibatnya luar biasa,” tandasnya.
Di akhir kunjungan, Bupati bersama jajaran Pemkab turut menyerahkan bantuan sembako dari Dinas Sosial Kabupaten Simalungun bagi pedagang yang terdampak.
Pasar mungkin terbakar, tetapi api semangat untuk bangkit kembali kini berkobar di hati warga Serbalawan. (*)

































