Program Berobat Gratis Sumut Berkah Permudah Akses Kesehatan, Masyarakat Cukup Tunjukkan KTP

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 16 Oktober 2025 - 17:22 WIB

40359 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Masyarakat Sumatera Utara (Sumut) kini benar-benar merasakan manfaat nyata dari Program Universal Health Coverage (UHC) yang diwujudkan oleh Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution melalui Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah.

Program unggulan ini memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), tanpa perlu menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan terlebih dahulu.

Salah seorang pasien RSU Haji Medan, Sampurna Munte, mengaku puas dengan pelayanan yang diterimanya. Ia mengatakan, program tersebut sangat membantu masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan.

“Ketika saya sakit demam tinggi kemarin, saya cukup membawa KTP dan langsung ditangani dengan baik. Tidak ada biaya sama sekali,” ujar Sampurna, yang sehari-hari bekerja sebagai guru honorer, Kamis (16/10/2025).

Ia mengetahui program ini dari saudaranya yang juga pernah menggunakan fasilitas yang sama. “Kalau dihitung, biaya pengobatan bisa mencapai sekitar Rp3 juta, tapi semua ditanggung gratis. Pelayanannya cepat dan ramah,” tambahnya.

Pasien lain, Ahmad Idul Fitri Lubis, warga Jalan Pasar V Medan, juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, sejak mendaftar hingga mendapatkan perawatan, prosesnya berlangsung cepat dan tidak berbelit.

“Saya hanya menunjukkan KTP, langsung dilayani. Perawatnya ramah, pelayanan tepat waktu, dan makanan pasien juga teratur. Saya puas sekali,” ucap Ahmad.

Sementara itu, Direktur RSU Haji Medan, Sri Suriani Purnamawati, menjelaskan bahwa sejak diberlakukannya program Probis Sumut Berkah, jumlah pasien yang berobat dengan KTP meningkat signifikan.

Namun, di awal pelaksanaan sempat ditemukan sejumlah kendala administratif, seperti perbedaan data kepesertaan dan keterlambatan verifikasi sistem BPJS Kesehatan.

Untuk mengatasinya, pihak rumah sakit telah mengambil langkah strategis, antara lain:

Menambah tenaga kesehatan dan staf administrasi guna mempercepat pelayanan.

Meningkatkan sistem informasi dan koordinasi dengan BPJS Kesehatan agar validasi data lebih cepat.

Mengoptimalkan manajemen antrean dan pelayanan berbasis elektronik.

Melakukan evaluasi rutin terhadap mutu pelayanan dan kepuasan pasien.

“Kami memastikan pelayanan tetap cepat dan tidak terhambat proses verifikasi. Koordinasi dengan BPJS terus diperkuat agar klaim berjalan lancar dan tenaga kesehatan bisa fokus melayani pasien,” jelas Sri.

RSU Haji Medan, lanjutnya, berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah. Sejak program dijalankan, pihaknya terus meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta aktif melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami hak dan tata cara penggunaan layanan kesehatan gratis tersebut.

“Kami rutin melakukan monitoring dan evaluasi dari pendaftaran hingga kepuasan pasien. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa hambatan,” pungkasnya.

Dengan implementasi Program Probis Sumut Berkah, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif, gratis, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. (RAP)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru