Presiden Prabowo Minta Laporan Inflasi dan Ekonomi Daerah, Mendagri Paparkan Tren Terkini

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 22:48 WIB

4093 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

ATAPKOTA.COM – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 24 November 2025, untuk meminta laporan terkait stabilitas inflasi dan kondisi ekonomi daerah. Melalui pertemuan tersebut, Mendagri melaporkan bahwa inflasi nasional berada pada posisi year-on-year 2,86 persen dan year-to-date 2,1 persen.

“Artinya cukup terkendali, terutama karena sektor pangan justru menjadi penyeimbang deflasi,” kata Tito.

Tito menjelaskan bahwa komoditas beras yang sebelumnya menjadi perhatian kini menunjukkan perbaikan signifikan. Karena itu, beras keluar dari daftar pangan bermasalah. “Daerah yang mengalami penurunan harga makin banyak, dan yang naik hanya sedikit. Penanganan ini sudah dikelola dengan baik oleh Menteri Pertanian Amran, Kepala Badan Pangan Nasional, serta Bulog bersama pemerintah daerah,” ujarnya.

Meski demikian, Tito melaporkan adanya kenaikan bawang merah, cabai, dan sedikit kenaikan harga telur ayam ras. Ia menilai kenaikan tersebut perlu diantisipasi, terutama untuk mendukung program MBG. Selain itu, ia menyampaikan perkembangan pertumbuhan ekonomi daerah yang rutin dibahas bersama Presiden.

“Pertumbuhan tertinggi terjadi di Maluku Utara, sementara Papua Tengah mengalami kontraksi. Presiden bertanya mengenai penyebabnya, dan saya jelaskan bahwa hal itu terkait tertahannya ekspor Freeport, insiden smelter yang terbakar, serta longsor yang menghambat produksi. Akibatnya, Papua Tengah mengalami kontraksi minus delapan persen,” jelas Tito.

Selain inflasi dan pertumbuhan ekonomi, Tito memaparkan realisasi pendapatan dan belanja daerah per 23 November 2025. Ia menyebut bahwa pendapatan 552 daerah mencapai rata-rata 82–83 persen, sedangkan belanja daerah berada di kisaran 68 persen.

“Kami mendorong belanja daerah berada di atas 75 persen hingga 80 persen,” ucapnya.

Tito juga menyampaikan beberapa isu tambahan, termasuk progres dukungan Kemendagri terhadap program pemerintah dan agenda Komite Percepatan Pembangunan Papua. Ia mengusulkan agar Presiden menerima seluruh kepala daerah se-Papua untuk percepatan pembangunan. (AK1)

Berita Terkait

MA Tolak Kasasi Wali Kota Pematangsiantar, SK Pemberhentian Syaiful Amin Tetap Batal
Wapres Gibran Temui Keluarga Petugas Gugur Saat Tangani Karhutla di Palangka Raya
Karhutla Berdampak pada Kualitas Udara, Wapres Gibran Minta Sekolah Siapkan Penyesuaian Pembelajaran
Wapres Gibran Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Pastikan Dampak Karhutla Ditangani
Seskab Teddy: Prabowo Langsung Instruksikan KSAL Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan
PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah
Dari Bangku SMA, Pelajar Medan Ini Bermimpi Menjadi Kapolri Perempuan Pertama
PSEL Medan Raya Bernilai US$ 200 Juta Ditargetkan Beroperasi 2028, Pemprov Sumut Kawal Percepatan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:29 WIB

MA Tolak Kasasi Wali Kota Pematangsiantar, SK Pemberhentian Syaiful Amin Tetap Batal

Jumat, 11 September 2026 - 04:22 WIB

Wapres Gibran Temui Keluarga Petugas Gugur Saat Tangani Karhutla di Palangka Raya

Jumat, 11 September 2026 - 04:17 WIB

Karhutla Berdampak pada Kualitas Udara, Wapres Gibran Minta Sekolah Siapkan Penyesuaian Pembelajaran

Jumat, 11 September 2026 - 03:10 WIB

Wapres Gibran Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Pastikan Dampak Karhutla Ditangani

Jumat, 11 September 2026 - 02:22 WIB

Seskab Teddy: Prabowo Langsung Instruksikan KSAL Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan

Kamis, 10 September 2026 - 21:44 WIB

Dari Bangku SMA, Pelajar Medan Ini Bermimpi Menjadi Kapolri Perempuan Pertama

Kamis, 10 September 2026 - 20:15 WIB

PSEL Medan Raya Bernilai US$ 200 Juta Ditargetkan Beroperasi 2028, Pemprov Sumut Kawal Percepatan

Kamis, 10 September 2026 - 19:46 WIB

150 Penyelamat Lingkungan TPA Terjun Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Rico Waas Soroti Risiko Kerja

Berita Terbaru