ATAPKOTA.COM, MEDAN – Upaya penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Medan menunjukkan tren penurunan angka kriminalitas dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap.
Berdasarkan data yang dihimpun melalui aplikasi Daily Operation Reporting System (DORS), kolaborasi antara Rico Tri Putra Bayu Waas dan Kapolrestabes Medan, Komisaris Besar Polisi Calvijn Simanjuntak, berdampak pada penurunan kasus kejahatan konvensional, khususnya kategori 3C—pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Data tersebut mencatat kasus curas turun 3 persen, dari 78 menjadi 76 laporan. Curat menurun 1 persen, dari 939 menjadi 928 laporan. Sementara itu, curanmor mencatat penurunan paling signifikan, yakni 31 persen, dari 788 menjadi 541 laporan. Secara total, kasus 3C turun 14 persen, dari 1.805 menjadi 1.545 laporan.
Penurunan ini disebut sebagai hasil kombinasi langkah preventif dan represif aparat keamanan, antara lain peningkatan patroli rutin, pengawasan di titik rawan, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.
Pemerintah Kota Medan menyatakan koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk menjaga stabilitas keamanan, terutama dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Sejak dilantik pada Februari 2025, Rico Waas menjadikan stabilitas keamanan dan ketertiban umum sebagai salah satu prioritas kebijakan. Salah satu langkah yang diambil adalah mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling).
Dari total 2.001 lingkungan di Kota Medan, sebanyak 1.160 poskamling dilaporkan telah kembali beroperasi. Pada 27 Maret 2025, ia menginstruksikan para camat untuk menggerakkan kembali sistem keamanan berbasis partisipasi warga tersebut dengan melibatkan Bhabinkamtibmas dan unsur masyarakat.
“Meski terkesan lama, poskamling tetap efektif menjaga lingkungan. Kuncinya adalah kebersamaan dan soliditas warga,” ujar Rico dalam keterangan sebelumnya.
Meski demikian, efektivitas jangka panjang program tersebut masih bergantung pada konsistensi pengawasan, dukungan anggaran, serta partisipasi aktif masyarakat di tingkat lingkungan. (Mery/red)

































