Pematangsiantar Peringkat 4 Kota Toleran 2025, FKUB: Hasil Kerja Bersama

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 23 April 2026 - 09:25 WIB

40294 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia Pematangsiantar, Ali Lubis, saat berfoto bersama dengan Wali Kota, kapolres, dan jajaran pengurus.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia Pematangsiantar, Ali Lubis, saat berfoto bersama dengan Wali Kota, kapolres, dan jajaran pengurus.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Kota Pematangsiantar menempati peringkat keempat dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang dirilis Setara Institute, Kamis, 23 April 2026.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia Pematangsiantar, Ali Lubis, menyambut capaian tersebut sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak.

Ia menilai peningkatan peringkat dari posisi kelima menjadi keempat tidak terlepas dari peran pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kerukunan.

“Informasi yang kami terima, Pematangsiantar naik ke peringkat empat. Ini menunjukkan upaya bersama dalam merawat toleransi berjalan baik,” kata Ali saat dikonfirmasi.

Ali berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat terus menjaga harmoni sosial agar target peringkat lebih tinggi dapat dicapai.

Menurut dia, kondisi masyarakat yang rukun menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas sosial, ekonomi, dan keagamaan berjalan dengan aman.

“Ketika masyarakat hidup rukun, aktivitas berjalan lancar dan pembangunan dapat berlangsung lebih optimal,” ujarnya.

Data Indeks Kota Toleran menunjukkan tren peningkatan posisi Pematangsiantar dalam beberapa tahun terakhir. Kota ini sempat berada di peringkat 51, kemudian naik ke 31, 11, 5, hingga kini menempati posisi keempat secara nasional. (AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru