19 Ribu Peserta Turun ke Lapangan, Pemko Medan Angkut 28 Ton Sampah dalam Aksi Bersih Kota

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:10 WIB

40151 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apel gotong royong massal Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang melibatkan 19 ribu peserta. (Foto: Ist)

Apel gotong royong massal Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang melibatkan 19 ribu peserta. (Foto: Ist)

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan berhasil mengumpulkan sebanyak 28 ton sampah melalui aksi gotong royong massal yang digelar secara serentak dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Sabtu, 6 Juni 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan tersebut menjadi agenda utama dalam puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kota Medan yang dipusatkan di Taman Hutan Kota Beringin.

Sebelum pelaksanaan gotong royong, seluruh aparatur Pemko Medan bersama unsur TNI mengikuti apel gabungan yang dipimpin Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap.

Dalam arahannya, Zakiyuddin menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata menjaga lingkungan.

Menurutnya, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi mendatang. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari sekarang,” ujar Zakiyuddin.

Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mitigasi bencana lingkungan, terutama setelah Kota Medan mengalami banjir pada November 2024 dan 2025.

Zakiyuddin menilai berbagai faktor, mulai dari kerusakan lingkungan di kawasan hulu hingga kebiasaan membuang sampah sembarangan, masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Karena itu, ia meminta seluruh camat, lurah, kepala lingkungan (kepling), serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) untuk meningkatkan perhatian terhadap kebersihan saluran drainase, bantaran sungai, dan pemeliharaan pohon-pohon yang berpotensi membahayakan masyarakat.

“Kita harus menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan parit-parit, serta menjaga sungai agar tetap berfungsi dengan baik. Upaya ini penting untuk mengurangi risiko banjir dan menjaga kualitas lingkungan,” katanya.

Zakiyuddin juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan dan turut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, menjelaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini telah diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan.

Menurut Melvi, rangkaian kegiatan dimulai dengan kampanye pengelolaan lingkungan hidup dan edukasi pengelolaan sampah, dilanjutkan dengan penanaman 1.383 bibit pohon, kegiatan gotong royong di wilayah kerja masing-masing, hingga gotong royong massal yang dipusatkan di bantaran Sungai Babura.

“Kegiatan gotong royong melibatkan sekitar 19 ribu peserta dan berhasil mengumpulkan sebanyak 28 ton sampah selama pelaksanaannya,” ujar Melvi.

Selain itu, DLH Kota Medan juga akan melaksanakan sosialisasi Program Adiwiyata ke sejumlah sekolah selama bulan Juni 2026.

Program tersebut bertujuan mendorong partisipasi aktif sekolah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup melalui berbagai kegiatan edukatif dan berkelanjutan.

Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kota Medan turut dihadiri pimpinan perangkat daerah, para camat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan juga dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Nasional Indonesia ASRI yang dilakukan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, secara virtual.

 

Kontributor : Mery-atapkota.

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru