Bobby Nasution Komit Revitalisasi Situs Megalitik Tetegewo, Dorong Nias Jadi Destinasi Wisata Sejarah

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:13 WIB

4099 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Duta Besar Perancis Fabien Penone mengunjungi Situs Megalitik Tetegewo, Kabupaten Nias Selatan, Jum'at (17/7/2026).

Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Duta Besar Perancis Fabien Penone mengunjungi Situs Megalitik Tetegewo, Kabupaten Nias Selatan, Jum'at (17/7/2026).

ATAPKOTA.COM, NIAS SELATAN – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyatakan komitmennya untuk merevitalisasi Situs Megalitik Tetegewo di Desa Hilisao’ötö, Kecamatan Siduaori, Kabupaten Nias Selatan, pada Jumat (17/7/2026). Langkah tersebut diarahkan untuk melestarikan warisan budaya masyarakat adat Nias sekaligus memperkuat potensi kawasan sebagai destinasi wisata sejarah.

Komitmen itu disampaikan Bobby saat meninjau langsung kawasan situs bersama Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, dalam rangkaian kunjungan kerja di Kepulauan Nias.

Situs Megalitik Tetegewo dikenal sebagai salah satu kawasan peninggalan budaya yang menyimpan ratusan batu megalitik dan artefak yang diyakini berasal dari peradaban masyarakat Nias pada masa lampau. Berdasarkan penjelasan yang diterima rombongan di lokasi, susunan batu di kawasan tersebut memiliki karakteristik yang menyerupai pondasi rumah adat Nias.

Untuk mencapai lokasi, Bobby Nasution bersama rombongan berjalan kaki sekitar 200 meter melewati jalur perbukitan. Selama perjalanan, masyarakat setempat menjelaskan sejarah kawasan Tetegewo yang dipercaya sebagai salah satu permukiman leluhur masyarakat adat Nias.

Di lokasi, Bobby mendengarkan pemaparan mengenai nilai sejarah, fungsi artefak batu, serta pentingnya menjaga keberadaan situs sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Nias.

Menurut Bobby, keberadaan Situs Megalitik Tetegewo memiliki nilai penting yang harus dilestarikan sehingga dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

“Karena ini merupakan peninggalan sejarah yang penting bagi masyarakat adat Nias, maka keberadaannya harus dijaga. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita melakukan revitalisasi agar situs ini dan batu-batu megalitik yang ada tetap terpelihara,” ujarnya.

Selain aspek pelestarian, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga berencana melakukan penataan kawasan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

“Kami ingin membangun Nias, bukan hanya dari sisi infrastrukturnya, tetapi juga dengan memanfaatkan potensi sejarah dan budaya yang dimiliki. Situs ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui sektor pariwisata. Karena itu, revitalisasi akan menjadi bagian dari upaya pengembangannya,” kata Bobby.

Sejumlah warga yang hadir menyambut baik rencana tersebut. Salah seorang warga, Hulu, berharap pemerintah dapat meningkatkan akses dan fasilitas di sekitar kawasan sehingga lebih banyak wisatawan berkunjung ke Situs Megalitik Tetegewo.

“Kalau kawasan ini bisa ditata lebih baik, tentu kami sangat bersyukur. Kami berharap semakin banyak wisatawan datang sehingga peninggalan sejarah ini semakin dikenal,” ujarnya.

Kunjungan Gubernur Sumatera Utara bersama rombongan juga mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog, menyampaikan aspirasi, serta mengabadikan momen melalui foto bersama.(*)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru