ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka peluang penguatan kerja sama dengan Korea Selatan melalui sejumlah potensi yang dimiliki Kota Medan. Mulai dari perdagangan kopi Sumatra, ekonomi kreatif, pendidikan, kebudayaan, hingga pengembangan layanan kesehatan menjadi topik yang dibahas saat Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soongu berkunjung ke Rumah Dinas Wali Kota Medan pada Rabu (9/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas menawarkan penguatan hubungan antarkedua pihak melalui kerja sama yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Rico menyoroti keberagaman etnis dan budaya serta kekayaan kuliner Kota Medan sebagai potensi yang dapat dikembangkan dalam hubungan kerja sama dengan Korea Selatan. Kota Medan yang memiliki populasi sekitar 2,5 juta jiwa juga dinilai memiliki pasar dan ekosistem ekonomi kreatif yang potensial.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah komoditas kopi Sumatra. Rico menyatakan Pemko Medan siap memfasilitasi peluang perdagangan kopi Sumatra ke sejumlah kota di Korea Selatan.
“Kalau kopi kami ingin diekspor ke kota-kota di Korea, kami siap memfasilitasi,” ujar Rico Waas.
Selain perdagangan, Rico juga membuka peluang kerja sama di sektor ekonomi kreatif. Perkembangan industri kreatif Korea Selatan, khususnya perfilman, musik, dan seni pertunjukan, dinilai dapat menjadi referensi bagi pengembangan industri kreatif di Medan.
Rico mengusulkan adanya pertukaran pengetahuan serta peluang program pendidikan yang berkaitan dengan industri kreatif Korea Selatan.
“Kami tertarik apabila ada pertukaran pengetahuan dalam bidang seni film, drama, dan musik. Mungkin ada universitas yang bisa mengeluarkan modul untuk belajar K-Pop dan K-Drama. Dunia kreatif ini punya potensi besar menggerakkan roda ekonomi,” katanya.
Menurut Rico, kolaborasi tersebut tidak hanya berpotensi memperkuat hubungan kebudayaan, tetapi juga dapat membuka ruang pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan sektor ekonomi kreatif di Kota Medan.
Kerja sama di bidang kesehatan turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Rico melihat peluang pengembangan Kota Medan sebagai salah satu tujuan medical tourism atau wisata medis.
Gagasan itu dikaitkan dengan rencana pengembangan RS Haji Medan bersama pihak Korea Selatan. Dalam pembahasan tersebut, layanan kesehatan unggulan seperti pusat jantung, onkologi, dan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) disebut sebagai bidang yang berpotensi dikembangkan.
Namun, pengembangan layanan tersebut tetap membutuhkan pembahasan teknis lebih lanjut, termasuk bentuk kerja sama, standar layanan, investasi, teknologi kesehatan, serta mekanisme pelaksanaannya.
Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soongu menyambut positif gagasan yang disampaikan Rico Waas. Ia menilai pendekatan yang ditawarkan Wali Kota Medan menunjukkan perhatian terhadap aspek kebudayaan sekaligus peluang kerja sama.
“Bapak Wali Kota sangat kreatif dan sangat perhatian dengan kebudayaan. Bapak sangat berbeda dengan wali kota lain yang pernah saya temui,” ujar Yoon Soongu.
Yoon juga mendorong penguatan hubungan kerja sama sister city antara Medan dan Gwangju yang telah terjalin. Menurutnya, hubungan tersebut dapat dikembangkan melalui sektor ekonomi kreatif, pertukaran kebudayaan, serta program pertukaran pelajar dan mahasiswa.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Dr. Parlindungan Purba selaku Honorary Consul of the Republic of Korea.
Hadir pula Park Yohan selaku Country Director, EDCF Jakarta Representative Office, The Export-Import Bank of Korea; Han Na La selaku First Secretary, ROK Embassy; Yoo Seung selaku Deputy Country Director, EDCF Jakarta Representative Office, The Export-Import Bank of Korea; Chung Dodam selaku spesialis sekaligus penerjemah dari Kedutaan Besar Republik Korea; serta Fatwa Islami Azfa selaku Assistant Specialist, EDCF Jakarta Representative Office, The Export-Import Bank of Korea.
Pertemuan tersebut menjadi ruang penjajakan sejumlah peluang kerja sama Medan–Korea Selatan. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan berbagai gagasan tersebut ke dalam program yang memiliki bentuk kerja sama, target, mekanisme pelaksanaan, dan manfaat yang terukur bagi masyarakat Kota Medan.(MB/red)

































