Gubernur Bobby Paparkan Proyek Strategis Sumut di IMT-GT ke-32, dari Sei Mangkei hingga Toba Caldera

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 13:51 WIB

4013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution, bersama Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto memimpin IMT-GT Ministerial Meeting (MM) dalam rangka pertemuan tingkat Menteri, Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di Lantai 2 Ballroom JW marriot Hotel Medan, Kamis (10/9/2026)

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution, bersama Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto memimpin IMT-GT Ministerial Meeting (MM) dalam rangka pertemuan tingkat Menteri, Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di Lantai 2 Ballroom JW marriot Hotel Medan, Kamis (10/9/2026)

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan sejumlah proyek strategis dan peluang investasi Sumut dalam Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Medan. Paparan tersebut disampaikan pada sesi pelaporan hari terakhir pertemuan di Hotel JW Marriott Medan, Kamis (10/9/2026).

Dalam forum tersebut, Bobby Nasution yang bertindak sebagai Chair of the Chief Ministers’ and Governors’ Forum (CMGF) menempatkan sejumlah proyek Sumut sebagai bagian dari potensi penguatan konektivitas, investasi, dan pertumbuhan ekonomi kawasan IMT-GT.

Bobby menyampaikan beberapa proyek yang dinilai memiliki potensi strategis, di antaranya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dengan luas sekitar 1.934 hektare, Toba Caldera Resort di kawasan Danau Toba dengan nilai investasi yang disebut mencapai US$1,73 miliar, Kawasan Industri Strategis Sumatera Utara (KISS) seluas 2.445 hektare, serta pengembangan pusat ekonomi kreatif, MICE, dan smart city terpadu di Deliserdang.

“Di Sumatera Utara, kami dengan senang hati melaporkan sejumlah proyek unggulan, mulai dari Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Toba Caldera Resort di Danau Toba, KISS, hingga pusat ekonomi kreatif, MICE, dan smart city terpadu di Deliserdang,” ujar Bobby.

Paparan proyek tidak hanya berasal dari Sumut. Sejumlah provinsi lain di Pulau Sumatera turut membawa potensi proyek dan investasi masing-masing dalam forum tersebut.

Aceh, misalnya, menawarkan proyek rumah sakit wisata medis di Sabang dengan nilai yang disebut mencapai US$20,89 juta. Sumatera Barat mendorong pengembangan hilirisasi produk halal dengan nilai ekspor yang dilaporkan mencapai US$2,78 miliar.

Sementara itu, Riau membawa proyek Jalur RORO Dumai–Melaka dan pengembangan kawasan Tanjung Buton. Kepulauan Riau memiliki Kawasan Perdagangan Bebas Batam–Bintan–Karimun. Jambi memaparkan Kawasan Ekonomi Khusus Ujung Jabung dengan nilai yang disebut mencapai Rp87,87 triliun, sedangkan Lampung menargetkan investasi sektor pariwisata sebesar Rp19 triliun.

Dalam forum CMGF, Bobby juga melaporkan perkembangan pelaksanaan Kerangka Kerja Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan atau Sustainable Urban Development Framework (SUDF) IMT-GT.

Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam forum, terdapat 47 kegiatan tingkat regional dan 162 kegiatan kerja yang berada di bawah Rencana Strategis Konektivitas ASEAN. Jaringan Smart City ASEAN juga disebut telah berkembang menjadi 38 kota anggota.

Bobby kemudian menyampaikan lima rekomendasi yang menjadi hasil forum CMGF.

Pertama, mobilisasi sumber daya di sepanjang koridor ekonomi IMT-GT dengan pemerintah negara bagian dan provinsi sebagai penggerak utama. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kedua, mengintegrasikan konsep pembangunan hijau ke dalam kerangka kerja CMGF sehingga kebijakan Green City dapat berjalan selaras dengan SUDF.

Ketiga, mempertahankan IMT-GT Green City Award sebagai agenda tahunan untuk memberikan apresiasi kepada kota-kota yang dinilai mendorong pembangunan hijau, inklusif, dan tangguh.

Keempat, memperkuat implementasi SUDF melalui koordinasi antara pemerintah nasional dan daerah serta platform Konferensi Tingkat Menteri Green City.

Kelima, memperkuat kolaborasi dengan Asian Development Bank (ADB) dan ASEAN untuk memobilisasi dukungan teknis maupun pembiayaan bagi proyek koridor ekonomi serta berbagai inisiatif Green City.

“Penguatan SUDF membutuhkan koordinasi nasional dan daerah. Selain itu, kolaborasi dengan ADB dan ASEAN penting untuk memobilisasi dukungan teknis serta finansial bagi proyek koridor dan inisiatif Green City,” kata Bobby.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan forum IMT-GT dapat menjadi ruang untuk mendorong percepatan berbagai proyek strategis di kawasan.

Menurut Airlangga, kerja sama tersebut juga dapat memperkuat pengembangan Special Economic Zone (SEZ) atau kawasan ekonomi khusus di tiga negara anggota IMT-GT, yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

“Ini didorong untuk mempercepat proyek-proyek strategis di kawasan. Salah satunya berbagai negara mempersiapkan Special Economic Zone. Saya berharap Special Economic Zone yang ada di Sumatera Utara juga bisa meningkat karena ini menjadi bagian dari integrasi kerja sama kawasan,” ujar Airlangga.

Pernyataan tersebut menempatkan KEK Sei Mangkei sebagai salah satu proyek Sumut yang berpotensi memperoleh manfaat dari penguatan kerja sama ekonomi lintas negara. Namun, percepatan atau realisasi manfaat tersebut tetap bergantung pada implementasi program, konektivitas, kesiapan proyek, serta keputusan dan kerja sama lanjutan antarnegara.

Dari Malaysia, Menteri Ekonomi Akmal Nasrullah menyebut forum IMT-GT membuka peluang untuk memperluas kerja sama, termasuk pada sektor energi baru terbarukan dan konektivitas antarnegara.

Salah satu perhatian yang disampaikannya adalah penguatan rencana ASEAN Power Grid. Menurutnya, kedekatan geografis antara Malaysia, Indonesia, dan Thailand menjadi modal penting yang perlu dimanfaatkan untuk memperkuat konektivitas kawasan.

Akmal bahkan menyinggung waktu tempuh penerbangan Kuala Lumpur–Medan yang relatif singkat dibandingkan perjalanan menuju Jakarta sebagai gambaran kedekatan geografis tersebut.

“Ini menunjukkan betapa pentingnya kedekatan geografis kita dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” kata Akmal.

Sementara itu, Vice Minister for Office of the Prime Minister Thailand Thanadit Raktabutr mengapresiasi penyelenggaraan IMT-GT di Sumatera Utara.

Ia mengatakan Thailand akan tetap berpartisipasi dalam pertemuan berikutnya dan menantikan pelaksanaan agenda IMT-GT tahun depan di Malaysia.

Thanadit juga menyampaikan bahwa Thailand akan menjadi tuan rumah pertemuan berikutnya seiring rencana negara tersebut menjabat sebagai Ketua ASEAN pada 2028.

“Kami merasa terhormat dapat berada di sini dan berpartisipasi dalam IMT-GT. Atas nama Pemerintah Thailand, kami menantikan pertemuan berikutnya di Malaysia dan partisipasi kami pada agenda selanjutnya,” ujar Thanadit.

Bagi Sumatera Utara, forum IMT-GT ke-32 tidak hanya menjadi panggung untuk memaparkan daftar proyek strategis. Tantangan berikutnya adalah memastikan proyek yang ditawarkan memiliki kejelasan status, kesiapan investasi, dukungan infrastruktur, kepastian regulasi, serta konektivitas dengan kawasan regional.

Dengan demikian, paparan proyek dalam forum internasional tersebut dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret dan memberikan dampak yang terukur bagi perekonomian serta masyarakat Sumatera Utara.(AP/red)

Berita Terkait

PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah
Dari Bangku SMA, Pelajar Medan Ini Bermimpi Menjadi Kapolri Perempuan Pertama
150 Penyelamat Lingkungan TPA Terjun Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Rico Waas Soroti Risiko Kerja
Luncurkan 5 Aplikasi Layanan Publik, Rico Waas Dorong Integrasi Data Berbasis AI via WhatsApp
Listrik EBT Sumut Capai 46 Persen, Pemprov Dorong Investasi Energi Ramah Lingkungan
DWP Sumut Dorong Pelajar Perkuat Kejujuran, Disiplin, dan Bijak Bermedia Sosial
Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Soroti Kepemimpinan Bobby di Forum IMT-GT
Medan Dapat IMT-GT Green City Award Kategori Gold, Rico Waas Terima Langsung Penghargaan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:13 WIB

PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah

Kamis, 10 September 2026 - 21:44 WIB

Dari Bangku SMA, Pelajar Medan Ini Bermimpi Menjadi Kapolri Perempuan Pertama

Kamis, 10 September 2026 - 19:46 WIB

150 Penyelamat Lingkungan TPA Terjun Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Rico Waas Soroti Risiko Kerja

Kamis, 10 September 2026 - 19:41 WIB

Luncurkan 5 Aplikasi Layanan Publik, Rico Waas Dorong Integrasi Data Berbasis AI via WhatsApp

Kamis, 10 September 2026 - 18:05 WIB

Listrik EBT Sumut Capai 46 Persen, Pemprov Dorong Investasi Energi Ramah Lingkungan

Kamis, 10 September 2026 - 16:56 WIB

Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Soroti Kepemimpinan Bobby di Forum IMT-GT

Kamis, 10 September 2026 - 16:38 WIB

Medan Dapat IMT-GT Green City Award Kategori Gold, Rico Waas Terima Langsung Penghargaan

Kamis, 10 September 2026 - 16:32 WIB

Wakil Bupati Asahan Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan untuk Dukung Pencegahan Stunting

Berita Terbaru

ACEH SINGKIL

PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:13 WIB