ATAPKOTA.COM, ACEH SINGKIL – Enam atlet Pencak Silat Moccak Pakpak asal Kabupaten Aceh Singkil akan mengikuti FIFTY7K International Open Championship / Silat Champions Cup 2026 di Selangor, Malaysia. Kontingen tersebut dilepas dalam prosesi di Desa Kuta Tinggi, Kecamatan Simpang Kanan, Sabtu (20/9/2026).
Pelepasan dilakukan PB TAMPAK (Perkumpulan Silat Moccak Pakpak Tradisional) dan dihadiri Camat Simpang Kanan Jepri Mahardika Manik, S.STP., unsur Muspika Kecamatan, Mukim Kota Batu, kepala desa dari sejumlah wilayah, Kepala Puskesmas Kuta Tinggi, pengurus, pelatih, orang tua atlet serta tokoh masyarakat.
Kejuaraan internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25–29 September 2026 di Selangor, Malaysia. Para atlet Moccak Pakpak akan turun dalam sejumlah kategori dan kelas pertandingan.
Prosesi pelepasan turut mengangkat unsur budaya Pakpak. Kegiatan diawali dengan Pemberian Makan Pelleng, yang dipandu tokoh adat Lesdin Tumangger. Tradisi tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemberian semangat dan doa sebelum para atlet mengikuti pertandingan.
Rangkaian kemudian dilengkapi dengan tepung tawar sebagai bentuk doa dan permohonan keselamatan bagi para atlet selama perjalanan dan pertandingan.
Enam atlet yang masuk dalam kontingen berasal dari sejumlah desa dan sekolah di wilayah Aceh Singkil dan sekitarnya.
Mereka terdiri dari Ega Franta Manik dari Kuta Tinggi yang akan bertanding pada kategori Pra Dini kelas D dengan rentang 27–30 kilogram; Anindita Fitiya Manik dari Lae Ripe pada kategori Dini kelas G 42–45 kilogram; serta Enika Latisa Manik dari Kuta Tinggi pada kategori Pra Remaja kelas E 46–50 kilogram.
Selanjutnya terdapat Wahyuni Harefa dari Kuta Tinggi pada kategori Pra Remaja kelas F 50–54 kilogram, Rosita Br Menalu dari Kuta Tinggi pada kategori Pra Remaja kelas H 58–62 kilogram, serta Kipidas Manik dari Guha pada kategori Remaja kelas B 43–47 kilogram.
Dalam data yang disampaikan panitia, para atlet tersebut berasal dari SD Negeri Kuta Batu, SMP Negeri 2 Simpang Kanan, SMA Negeri Unggul Subulussalam dan SMA Negeri 1 Simpang Kanan.
Kontingen dipimpin Pengurus Utama Penatar L. Berutu, S.E., S.S.T., M.I.Kom., bersama Pelatih/Coach Gunawan Berutu dan satu perwakilan orang tua atlet.
Camat Simpang Kanan Jepri Mahardika Manik, S.STP., yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan doa restu sekaligus motivasi kepada para atlet.
Ia meminta para atlet menjaga sportivitas selama mengikuti pertandingan dan tetap membawa identitas budaya Pakpak secara positif selama berada di Malaysia.
Sementara itu, salah satu pembina PB TAMPAK, Cimbe Kabeaken, menekankan bahwa Moccak tidak hanya berkaitan dengan olahraga bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Pakpak.
“Moccak bukan sekadar bela diri, ini adalah identitas dan marwah kita sebagai orang Pakpak,” ujar Cimbe dalam sambutannya.
Di balik keberangkatan menuju Malaysia, kontingen tersebut menghadapi persoalan pembiayaan.
Panitia menyebut keberangkatan para atlet belum memperoleh dukungan dana dari Pemerintah Daerah maupun KONI Aceh Singkil. Biaya keberangkatan disebut dihimpun melalui gotong royong, patungan orang tua atlet dan dukungan masyarakat.
Jika informasi tersebut hendak dijadikan bagian utama pemberitaan, statusnya perlu dikonfirmasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dan KONI Aceh Singkil agar publik memperoleh informasi dari kedua pihak.
Terlepas dari persoalan pembiayaan, dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberangkatan kontingen. Swadaya tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keberangkatan dan keikutsertaan atlet dalam kejuaraan di Selangor.
Keikutsertaan enam atlet Moccak Pakpak di Malaysia juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan olahraga tradisional yang berkembang di lingkungan masyarakat Pakpak pada ajang di luar negeri.
Hasil pertandingan nantinya akan menjadi ukuran tersendiri bagi para atlet setelah menjalani persiapan dan membawa nama daerah serta tradisi olahraga yang mereka tekuni.
Laporan : Dalian bancin-Atapkota.

































