Presiden Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi Yordania “The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda”

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 14 November 2025 - 20:50 WIB

40148 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima penghargaan “The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda (Order of the Renaissance)” dari Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 14 November 2025. Foto: BPMI Setpres

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima penghargaan “The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda (Order of the Renaissance)” dari Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 14 November 2025. Foto: BPMI Setpres

ATAPKOTA.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima “The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda (Order of the Renaissance)” dari Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein. Penganugerahan berlangsung khidmat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 14 November 2025, dan menjadi momentum penting dalam hubungan kedua negara.

Penghargaan tersebut merupakan tanda kehormatan tertinggi dalam Order of the Renaissance. Tingkatan Bejewelled Grand Cordon hanya diberikan kepada raja, pangeran, kepala negara, dan dalam kondisi tertentu kepada perdana menteri. Karena itu, penghargaan ini menjadi simbol pengakuan luar biasa dari Kerajaan Yordania kepada Presiden Prabowo.

Selain itu, penghargaan ini mencerminkan penghormatan Raja Abdullah II terhadap kontribusi Presiden Prabowo dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Yordania. Kerja sama kedua negara meliputi bidang kemanusiaan, stabilitas kawasan, pertahanan, dan berbagai isu global yang menyatukan kepentingan Jakarta dan Amman.

Sejumlah tokoh dunia sebelumnya menerima penghargaan ini. Mereka termasuk Prince Philip – Duke of Edinburgh, Raja Denmark Frederik X, Ratu Belanda Maxima, Angela Merkel, serta Presiden Guinea-Bissau Umaro Sissoco Embaló. Daftar tersebut menunjukkan betapa prestisiusnya penghargaan yang kini diterima Presiden Prabowo.

Setelah acara penganugerahan, Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa penghargaan ini membawa kebanggaan bagi Indonesia. Ia mengatakan bahwa pengakuan tersebut menegaskan posisi Presiden Prabowo dalam percaturan global. “Itu merupakan bentuk penghargaan. Saya kira kebanggaan juga buat kita, Bapak Presiden menerima,” ujar Menlu Sugiono.

Selain itu, momen ini kembali memperlihatkan hangatnya hubungan Indonesia–Yordania. Kedua negara terus bekerja sama dalam isu Palestina, pendidikan, dan misi-misi kemanusiaan internasional. Karena itu, penghargaan ini juga menegaskan kepemimpinan aktif Presiden Prabowo dalam memperkuat dialog antarbangsa dan memposisikan Indonesia sebagai jembatan penting dalam stabilitas kawasan.

Dengan penganugerahan ini, Indonesia dan Yordania semakin memperkuat kemitraan strategis yang sudah lama terjalin. Presiden Prabowo juga dianggap berperan besar dalam mendorong kolaborasi yang berdampak langsung bagi perdamaian dan kesejahteraan global. (Edo/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru