BNN Pematangsiantar Periksa 5.327 Warga Sepanjang 2025, Pelajar Jadi Prioritas

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:58 WIB

40207 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pematangsiantar terus mengintensifkan upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayahnya. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 5.327 warga Pematangsiantar telah menjalani tes urine, dengan fokus utama menyasar kalangan pelajar.

Kepala BNN Kota Pematangsiantar, Mushab Aulia Arie Hasibuan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan dini untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Hal itu disampaikannya pada Selasa, 23 Desember 2025.

“Pelajar menjadi kelompok prioritas karena mereka sangat rentan terpapar dampak peredaran narkoba. Tes urine ini merupakan bentuk pencegahan sejak dini,” ujar Mushab.

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan urine yang dilakukan sepanjang 2025, ditemukan beberapa peserta yang dinyatakan positif. Namun, pendekatan yang dilakukan BNN lebih mengedepankan aspek pemulihan.

“Bagi yang dinyatakan positif, langsung kami tindak lanjuti dengan program rehabilitasi melalui pendampingan keluarga,” jelasnya.

Selain tes urine, BNN Kota Pematangsiantar juga secara aktif melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Dalam kegiatan tersebut, pelajar diberikan pemahaman tentang berbagai jenis narkoba, ciri-ciri pengguna, cara pencegahan, serta ancaman sanksi pidana bagi pelanggar hukum.

“Harapannya, para pelajar benar-benar memahami bahaya narkoba, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun hukum,” tambah Mushab.

Untuk upaya penindakan, BNN Kota Pematangsiantar turut bersinergi dengan Polres Pematangsiantar melalui kegiatan razia di tempat hiburan malam serta penggerebekan kawasan yang dinilai rawan peredaran narkoba.

Langkah ini dilakukan guna menekan angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Pematangsiantar. (Andre Hutagalung/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru