Presiden Prabowo Dorong Perluasan Beasiswa dan Penguatan Pendidikan Tinggi Nasional

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:29 WIB

40323 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangannya pada Kamis, 15 Januari 2026, di Istana Kepresidenan Jakarta.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangannya pada Kamis, 15 Januari 2026, di Istana Kepresidenan Jakarta.

ATAPKOTA.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan strategis untuk penguatan pendidikan tinggi nasional dalam Taklimat Presiden RI dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Dalam taklimat tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya perluasan akses beasiswa, penguatan sains dan teknologi, serta pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa para rektor dan pimpinan perguruan tinggi mengapresiasi forum dialog langsung bersama Presiden. Bahkan, para rektor dan guru besar mengusulkan agar forum serupa dapat dilaksanakan secara lebih rutin.

“Ada permohonan juga dari para rektor dan guru besar agar forum-forum seperti ini bisa lebih dirutinkan kembali,” ujar Prasetyo Hadi kepada awak media usai kegiatan.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan mengenai jumlah mahasiswa pendidikan tinggi di Indonesia yang saat ini mencapai sekitar 9,9 juta orang. Namun, dari jumlah tersebut, penerima beasiswa masih relatif terbatas, yakni sekitar 1,1 juta mahasiswa.

Menanggapi kondisi tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Kementerian Sekretariat Negara untuk melakukan penghitungan serta perumusan ulang kebijakan guna memperluas jumlah penerima beasiswa secara signifikan.

“Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, terutama Mendiktisaintek dan kami sebagai Mensesneg, untuk menghitung ulang dan merumuskan kembali bagaimana memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa,” jelas Prasetyo Hadi.

Selain perluasan beasiswa, Presiden Prabowo secara khusus menekankan penguatan pendidikan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Kepala Negara mengarahkan agar alokasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) lebih difokuskan pada bidang tersebut.

Menurut Presiden, langkah ini diperlukan untuk mempercepat upaya mengejar ketertinggalan Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Beliau berharap alokasi beasiswa LPDP untuk bidang STEM bisa mencapai di atas 80 persen, karena kita memang perlu mengejar ketertinggalan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Prasetyo Hadi.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyoroti persoalan kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter dan dokter spesialis. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis untuk menjawab tantangan tersebut.

“Sudah ada kebijakan untuk memperbesar daya tampung program studi kedokteran, baik untuk dokter umum maupun dokter spesialis. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan pembentukan fakultas-fakultas kedokteran baru,” jelas Prasetyo Hadi.

Tidak hanya dokter umum dan spesialis, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya penguatan pendidikan dokter gigi, farmasi, serta teknologi kesehatan, seiring pesatnya perkembangan peralatan medis berbasis teknologi.

Terkait rencana pembentukan fakultas-fakultas baru tersebut, Prasetyo Hadi menyebut pemerintah masih berada pada tahap identifikasi lokasi dan kebutuhan nasional.

“Titik lokasinya masih dalam proses identifikasi, termasuk berapa jumlah fakultas yang dibutuhkan dan di wilayah mana sebaiknya didirikan,” pungkasnya. (AP)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru