Groundbreaking Rumah Tahfiz di Simalungun, Bupati: Pahalanya Mengalir Hingga Akhirat

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:03 WIB

40147 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih saat menghadiri Peletakan batu pertama (groundbreaking) rumah tahfiz. Minggu, 1 Januari 2026.

Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih saat menghadiri Peletakan batu pertama (groundbreaking) rumah tahfiz. Minggu, 1 Januari 2026.

ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Di tengah minimnya fasilitas pendidikan keagamaan berbasis penghafalan Al-Qur’an di sejumlah daerah Sumatera Utara, pembangunan Rumah Tahfiz Qur’an H. Sugiat Santoso di Pondok Parsulukan Tuan Guru Batak Serambi Babussalam, Nagori Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, menjadi penanda keterlibatan aktor nonpemerintah dalam penguatan pendidikan Islam.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) rumah tahfiz tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih bersama Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga, serta Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Dr. H. Sugiat Santoso. Hadir pula unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh ulama, dan pimpinan pesantren.

Pimpinan Pondok Parsulukan, Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, membuka acara dengan menegaskan bahwa pembangunan rumah tahfiz tidak semata proyek fisik, melainkan investasi peradaban.

“Kami berharap Rumah Tahfiz Qur’an ini menjadi amal jariyah, melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang berilmu, beradab, dan memberi manfaat bagi umat serta bangsa,” ujar Ahmad Sabban, Minggu, 1 Februari 2026.

Ia secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada Sugiat Santoso yang memilih Simalungun sebagai lokasi pembangunan, di tengah kecenderungan bantuan pendidikan keagamaan yang masih terpusat di wilayah perkotaan.

Dalam sambutannya, Dr. H. Sugiat Santoso menyebut pembangunan rumah tahfiz sebagai bentuk “berniaga dengan Tuhan” melalui infak dan amal jariyah. Ia mengutip janji balasan berlipat ganda bagi orang yang berbuat kebaikan sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an.

“Mudah-mudahan ini menjadi subangsih peradaban, penolak bencana, sekaligus katalisator kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” kata Sugiat.

Ia juga menyampaikan harapan agar pahala dari pembangunan tersebut mengalir kepada kedua orang tuanya yang telah wafat, serta menjadi wasilah kebaikan bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih menilai pembangunan Rumah Tahfiz Qur’an ini sebagai contoh konkret peran masyarakat dan wakil rakyat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan.

“Tidak semua orang yang memiliki kemampuan finansial bersedia menginfakkannya untuk pendidikan Al-Qur’an. Ini bukan sekadar bangunan, tapi investasi akhirat. Pahalanya mengalir dari dunia sampai ke akhirat,” ujar Anton.

Namun demikian, pembangunan rumah tahfiz oleh inisiatif pribadi juga menegaskan satu fakta penting: masih terbatasnya peran negara dalam pemerataan fasilitas pendidikan keagamaan nonformal di daerah. Dalam konteks ini, kehadiran filantropi individu menjadi penopang yang signifikan, sekaligus pengingat bahwa tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, Ketua MUI Kabupaten Simalungun H. Ki Dardjat Purba, serta tokoh masyarakat dan ulama setempat. Peletakan batu pertama oleh Bupati Simalungun menandai dimulainya pembangunan rumah tahfiz yang diharapkan mampu melahirkan hafiz dan hafizah dari wilayah Simalungun. (AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru