Audiensi MTCI, Wapres Bahas Kurikulum Robotik dan Coding Nasional

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:46 WIB

40201 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima audiensi jajaran Masyarakat Teknologi Cerdas Indonesia (MTCI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima audiensi jajaran Masyarakat Teknologi Cerdas Indonesia (MTCI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

ATAPKOTA.COM – Pengembangan pendidikan berbasis teknologi dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan global. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dan otomasi, pendidikan robotik dan pemrograman mulai dipandang sebagai kebutuhan dasar, bukan lagi keahlian tambahan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima audiensi jajaran Masyarakat Teknologi Cerdas Indonesia (MTCI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan ekosistem teknologi nasional, dengan fokus pada pengembangan pendidikan robotik, coding, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Dalam audiensi itu, Wapres menyimak paparan MTCI mengenai tantangan dan peluang pengembangan pembelajaran teknologi sejak usia dini hingga pendidikan menengah. Diskusi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan transformasi digital di sektor pendidikan.

Ketua Umum MTCI, Jully Tjindrawan, mengatakan pihaknya menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk perlunya kurikulum robotik dan coding yang terstandar dan dapat diterapkan secara nasional.

“Wapres menerima dan mendiskusikan masukan kami terkait pengajaran robotik dan coding bagi anak-anak, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas,” kata Jully.

Selain soal kurikulum, isu pemerataan akses pendidikan teknologi juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Jully menyebutkan, Wapres menekankan pentingnya pengembangan pendidikan robotik yang bersifat inklusif, tidak hanya terbatas pada sekolah umum.

“Wapres menaruh perhatian agar pesantren dan Sekolah Luar Biasa juga memiliki kemampuan mengajarkan robotika dan coding, sehingga pendidikan teknologi dapat diakses secara lebih merata,” ujarnya.

MTCI turut memaparkan berbagai program pelatihan dan pengembangan robotik serta coding yang telah dijalankan di sejumlah daerah. Paparan itu menjadi bahan diskusi mengenai perlunya membangun ekosistem pendidikan digital yang terstruktur, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Menurut Jully, Wapres juga membuka ruang diskusi mengenai pembentukan pusat pengembangan teknologi terpadu. “Wapres mendorong adanya sosialisasi kurikulum yang standar serta membahas gagasan AI Hub sebagai penguatan ekosistem robotik, coding, dan kecerdasan buatan,” ujarnya.

Audiensi tersebut mencerminkan upaya pemerintah membuka dialog dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di bidang teknologi, guna merumuskan langkah strategis pengembangan pendidikan teknologi nasional. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat kesiapan sumber daya manusia Indonesia menghadapi persaingan global.

Turut hadir dalam audiensi tersebut jajaran MTCI, antara lain Ane Prasetyowati, Galvin Limbrawan, Wendy Santoso, dan Maika Nurhayati.

MTCI merupakan organisasi dan ekosistem kolaboratif yang bergerak di bidang pengembangan teknologi cerdas, dengan fokus pada peningkatan literasi digital, penguatan ekosistem inovasi dan startup, serta advokasi kebijakan teknologi yang etis dan inklusif. (Edo/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru