Menuju Nias Maju 2029, Ini Strategi Pemprov Sumut

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:51 WIB

40165 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut melakukan Rapat Koordinasi Pembangunan antara Pemprov Sumut dengan Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Kepulauan Nias di Aula Kantor Bupati Nias Selatan, Teluk Dalam, Nias Selatan, Kamis (12/2/2026).

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut melakukan Rapat Koordinasi Pembangunan antara Pemprov Sumut dengan Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Kepulauan Nias di Aula Kantor Bupati Nias Selatan, Teluk Dalam, Nias Selatan, Kamis (12/2/2026).

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mempercepat pembangunan Kepulauan Nias kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pemerintah kabupaten/kota se-Kepulauan Nias yang digelar di Kantor Bupati Nias Selatan, Teluk Dalam, Kamis, 12 Februari 2026. Dalam forum itu, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyatakan keinginan menjadikan Nias tidak sekadar keluar dari status daerah tertinggal, tetapi tumbuh sebagai kawasan unggulan.

Pemprov Sumut menyusun kebijakan tematik pembangunan bertajuk “Nias Maju 2029”. Dalam rancangan tersebut, Kota Gunungsitoli diposisikan sebagai hub ekonomi dan logistik, Kabupaten Nias Selatan sebagai destinasi wisata dan budaya, sementara wilayah lainnya diarahkan menjadi zona produksi.

“Kami ingin benar-benar menjadi bagian dari kemajuan Nias, bukan hanya afirmasi daerah tertinggal, tetapi menjadi daerah yang unggul,” ujar Bobby dalam forum tersebut.

Untuk mendukung rencana itu, Pemprov Sumut menyiapkan anggaran sekitar Rp305 miliar pada tahun ini. Sebelumnya, pada tahun anggaran 2025, pemerintah provinsi mengalokasikan sekitar Rp250 miliar. Anggaran tersebut direncanakan untuk peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, penguatan konektivitas antarwilayah, serta pengembangan ketahanan lokal.

Namun, efektivitas alokasi anggaran tersebut akan sangat ditentukan oleh sinergi lintas pemerintah daerah dan kejelasan prioritas program. Bobby menekankan pentingnya dukungan timbal balik antardaerah di Kepulauan Nias agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Saya minta kita sepakat menjadi satu kesatuan dan saling mendukung,” ujarnya.

Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, menyatakan optimisme bahwa dalam lima tahun ke depan Kepulauan Nias dapat keluar dari status daerah afirmasi khusus. Ia menilai komitmen pemerintah provinsi perlu diimbangi dengan kesiapan pemerintah daerah dalam menjalankan program prioritas.

Rakor tersebut turut dihadiri Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, Bupati Nias Ya’atulo Gulo, para sekretaris daerah se-Kepulauan Nias, serta sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Tantangan ke depan tidak hanya terletak pada besaran anggaran, tetapi juga pada konsistensi implementasi, pengawasan, serta pengukuran capaian pembangunan agar target “Nias Maju 2029” tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan semata. (AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru