Peresmian Sekretariat Matakin di Gedung Tepa Salira : Langkah Baru bagi Umat Khonghucu di Indonesia

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 2 Juni 2025 - 02:24 WIB

40373 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA, JAKARTA – Ketua Umum Matakin (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) XS. Budi S Tanuwibowo, bersama stafnya, meresmikan pemakaian Sekretariat baru Matakin di Gedung Yayasan Tepa Salira Komplek Riko Royal Sunter, Jakarta Utara, Sabtu, (31/05/2025).

Acara peresmian ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng dan pembagiannya kepada sejumlah tokoh, termasuk Pemimpin Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu, yang berkenan memberi sambutan dan doa khusus dalam bahasa bumi yang menjadi ciri khas penampilannya.

Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) adalah organisasi yang mengatur perkembangan agama Khonghucu di Indonesia yang sudah ada sejak tahun 1923 dan merupakan satu-satunya organisasi Khonghucu yang diakui oleh pemerintah Indonesia.

Organisasi ini memiliki struktur keorganisasian mulai dari tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota yang disebut Makin.

Pada mulanya, organisasi ini bernama Khonghucu Kauw Tjong Heee, didirikan di Yogyakarta (PKCHI pada tahun 1955), lalu berubah lagi menjadi Perserikatan K’ing Chiao Hui Indonesia, hingga berkembang lagi menjadi Laski (Lembaga Agama Sang Khonghucu, 1961) dan Gapaksi (1963), yang dimaksudkan sebagai Gabungan Perkumpulan Agama Khonghucu se-Indonesia pada tahun 1964.

Pada tahun 1967, organisasi keagamaan kaum Tionghoa ini resmi menggunakan nama Matakin (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia), yang mengemban tugas dan fungsi untuk mengawasi lembaga-lembaga keagamaan Khonghucu yang ada di Indonesia.

Matakin membawahi beberapa struktur organisasi, seperti Makin (Majelis Agama Khonghucu Indonesia), Kakin (Kebaktian Agama Khonghucu Indonesia), Sakin (Seksi Agama Khonghucu Indonesia), dan WUKL (Wadah Umat Khonghucu yang tidak terwakili oleh organisasi lainnya).

Dalam agama Khonghucu, terdapat peran pendeta yang disebut Xue Shi, yang tertinggi dan bertugas membimbing Jiao Sheng dan Wen Shi dalam melaksanakan tugas rohani yang mengembangkan ajaran agama Khonghucu.

Agama Khonghucu berasal dari kata Rujiao, yang bermakna bagi orang yang berhati lembut, terpelajar, dan berbudi luhur.

Agama ini konon sudah mulai ada sejak sejarah Nabi Fuxi pada 2852 sebelum Masehi (SM), yang disempurnakan oleh Nabi Agung Kongzi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Khonghucu.

Konfusianisme di Indonesia konon sudah ada sejak abad ke-17, seperti banyak peninggalannya di Pontianak, Kalimantan, yang terdapat tempat pemujaan bagi Konfusius.

Agama Khonghucu sendiri di Indonesia baru ada pada akhir abad ke-19, yang mengacu pada pembentukan Khong Kauw Tjong Heee dari Persatuan Masyarakat Khonghucu di Bandung pada tahun 1923.

Melalui Gus Dur (Abdurahman Wahid), diterbitkan Keppres No. 6 Tahun 2000 yang mencabut Inpres No. 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan adat istiadat Tionghoa yang menyebabkan agama Khonghucu mengalami diskriminasi. Keppres No. 6 Tahun 2000 menjadi titik balik terhadap pengakuan resmi agama Khonghucu di Indonesia sampai sekarang.(*)

Berita Terkait

DPN PERMAHI Apresiasi Pergantian Pimpinan BGN, Harap Tata Kelola Program Gizi Semakin Kuat
Kolaborasi KNPI DKI Jakarta dan PERADI Profesional Dorong Generasi Muda Melek Hukum
Revisi UUPA Dibahas, Muslim Ayub Perjuangkan Dana Otsus Abadi untuk Aceh
KSP Luncurkan “KSP Mendekat”, Aduan Publik Kini Bisa Lewat WhatsApp
Kabupaten Asahan Masuk Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Advokat Eko Puguh di Rapimnas IV PJS: Pers Harus Kritis dan Bertanggung Jawab
Tinjau MRT Fase 2A, Wapres Dukung Transportasi Publik Inklusif di Jakarta
Wapres Gibran Tinjau MRT Fase 2A, Tegaskan Transportasi Modern Jadi Prioritas

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:04 WIB

Kemerdekaan Pers Diuji? PJS Laporkan Dugaan Pengancaman Wartawan ke Polres Simalungun

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:58 WIB

Warga Kesulitan Air Bersih, Pemko Medan Salurkan Bantuan dengan 5 Mobil Tangki Damkarmat

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:30 WIB

Kritik Dugaan TBM Terlantar, Wartawan Mengaku Diancam Oknum Askep PTPN IV: “Sekali Lagi Kau Beritakan, Kumatikan Kau”

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:40 WIB

Ketua TP PKK Asahan Tinjau Program Pokja I di Desa Tanjung Asri, Dorong Ketahanan Keluarga

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:32 WIB

Ketua TP PKK Asahan Tinjau PAUD, UMKM dan Taman Baca untuk Perkuat Pendidikan dan Literasi

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:55 WIB

Bupati Samosir dan Kapolda Sumut Tinjau Lahan Bawang Putih, Targetkan Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:45 WIB

Terima Audiensi Kemlu RI, Rico Waas Tegaskan Medan Kota Strategis Internasional

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:25 WIB

Bupati Asahan Terima Penghargaan Menteri Hukum RI atas Dukungan Program Bantuan Hukum

Berita Terbaru