Tekan Inflasi, Pemko Pematangsiantar Dorong Kontrak Tani Cabai dengan Petani Lokal

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:00 WIB

40270 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi memanen cabai merah di Siantar Utara sebagai bagian dari program kontrak tani untuk memperkuat produksi lokal dan menekan inflasi pangan.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi memanen cabai merah di Siantar Utara sebagai bagian dari program kontrak tani untuk memperkuat produksi lokal dan menekan inflasi pangan.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn. bersama Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny. Liswati Wesly Silalahi memanen cabai merah di areal perladangan milik petani di Kompleks Perumahan Bukit Ono Lala, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (11 Maret 2026).

Lahan seluas sekitar dua rante itu merupakan milik petani bermarga Malau/br. Purba yang menjadi binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar.

Didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Drs. Legianto Pardamean Manurung, M.A.P., Wesly dan Liswati memetik langsung cabai merah dari tanaman yang tumbuh subur di lokasi tersebut. Tanaman cabai tampak berbuah lebat dengan ukuran relatif besar.

Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang, S.STP., M.Si., yang juga menjabat Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), menjelaskan bahwa cabai merupakan salah satu komoditas yang sempat menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kota Pematangsiantar pada tahun sebelumnya.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong program kontrak tani dengan petani cabai untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Dengan adanya program ini, kita berharap kesejahteraan petani meningkat, harga cabai tetap stabil, dan inflasi dapat terkendali,” kata Junaedi.

Ia menambahkan, saat ini harga cabai merah di pasaran bahkan dapat berada di bawah Rp35 ribu per kilogram.

Menurutnya, penguatan produksi cabai lokal menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mendukung target pengendalian inflasi nasional.

Sementara itu, Legianto Pardamean Manurung menjelaskan bahwa tanaman cabai membutuhkan waktu sekitar empat bulan sejak masa penyemaian hingga panen perdana.

Setelah panen pertama, tanaman cabai dapat terus dipanen secara berkala hingga satu tahun, bahkan bisa mencapai masa produksi hingga 14 bulan.

“Dari lahan seluas dua rante ini, petani bisa memanen sekitar 50 kilogram cabai merah setiap minggu. Pada minggu-minggu berikutnya, hasil panen biasanya semakin meningkat,” ujar Legianto.

Program pengembangan cabai tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas strategis di Kota Pematangsiantar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pematangsiantar Johannes Sihombing, S.STP., M.Si., Camat Siantar Utara Marlon Brando Sitorus, S.STP., M.Si., serta jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar. (AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru