Tekan Inflasi, Pemko Pematangsiantar Dorong Kontrak Tani Cabai dengan Petani Lokal

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:00 WIB

40249 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi memanen cabai merah di Siantar Utara sebagai bagian dari program kontrak tani untuk memperkuat produksi lokal dan menekan inflasi pangan.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi memanen cabai merah di Siantar Utara sebagai bagian dari program kontrak tani untuk memperkuat produksi lokal dan menekan inflasi pangan.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn. bersama Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny. Liswati Wesly Silalahi memanen cabai merah di areal perladangan milik petani di Kompleks Perumahan Bukit Ono Lala, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (11 Maret 2026).

Lahan seluas sekitar dua rante itu merupakan milik petani bermarga Malau/br. Purba yang menjadi binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar.

Didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Drs. Legianto Pardamean Manurung, M.A.P., Wesly dan Liswati memetik langsung cabai merah dari tanaman yang tumbuh subur di lokasi tersebut. Tanaman cabai tampak berbuah lebat dengan ukuran relatif besar.

Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang, S.STP., M.Si., yang juga menjabat Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), menjelaskan bahwa cabai merupakan salah satu komoditas yang sempat menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kota Pematangsiantar pada tahun sebelumnya.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong program kontrak tani dengan petani cabai untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Dengan adanya program ini, kita berharap kesejahteraan petani meningkat, harga cabai tetap stabil, dan inflasi dapat terkendali,” kata Junaedi.

Ia menambahkan, saat ini harga cabai merah di pasaran bahkan dapat berada di bawah Rp35 ribu per kilogram.

Menurutnya, penguatan produksi cabai lokal menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mendukung target pengendalian inflasi nasional.

Sementara itu, Legianto Pardamean Manurung menjelaskan bahwa tanaman cabai membutuhkan waktu sekitar empat bulan sejak masa penyemaian hingga panen perdana.

Setelah panen pertama, tanaman cabai dapat terus dipanen secara berkala hingga satu tahun, bahkan bisa mencapai masa produksi hingga 14 bulan.

“Dari lahan seluas dua rante ini, petani bisa memanen sekitar 50 kilogram cabai merah setiap minggu. Pada minggu-minggu berikutnya, hasil panen biasanya semakin meningkat,” ujar Legianto.

Program pengembangan cabai tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas strategis di Kota Pematangsiantar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pematangsiantar Johannes Sihombing, S.STP., M.Si., Camat Siantar Utara Marlon Brando Sitorus, S.STP., M.Si., serta jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar. (AP/red)

Berita Terkait

Aktivitas Gelper Diduga Marak di Kandis, Warga Minta Polisi Lakukan Penindakan
Enam Remaja Diamankan Polisi di Surbakti, Diduga Hendak Tawuran
3 Sampel MBG di SDN 59 Bengkulu Tak Memenuhi Syarat, SPPG Disetop 10 Hari
3 Internal Bank Bengkulu Berebut Kursi Direktur Bisnis, Seleksi Masuk Tahap Pemeriksaan Berkas
Praperadilan Apriansyah Kandas karena Status DPO, Kuasa Hukum Pertimbangkan Uji SEMA
Bupati Asahan Apresiasi Baznas, Dorong Sinergi Bantu Masyarakat
P-APBD Medan 2026 Diarahkan untuk Layanan Publik, Banjir hingga Pembangunan Utara
Pemko Medan Integrasikan Layanan Publik Berbasis AI, Super Apps hingga WhatsApp Disiapkan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:02 WIB

Aktivitas Gelper Diduga Marak di Kandis, Warga Minta Polisi Lakukan Penindakan

Senin, 21 September 2026 - 21:58 WIB

Enam Remaja Diamankan Polisi di Surbakti, Diduga Hendak Tawuran

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

3 Sampel MBG di SDN 59 Bengkulu Tak Memenuhi Syarat, SPPG Disetop 10 Hari

Senin, 21 September 2026 - 21:44 WIB

3 Internal Bank Bengkulu Berebut Kursi Direktur Bisnis, Seleksi Masuk Tahap Pemeriksaan Berkas

Senin, 21 September 2026 - 21:39 WIB

Praperadilan Apriansyah Kandas karena Status DPO, Kuasa Hukum Pertimbangkan Uji SEMA

Senin, 21 September 2026 - 18:24 WIB

P-APBD Medan 2026 Diarahkan untuk Layanan Publik, Banjir hingga Pembangunan Utara

Senin, 21 September 2026 - 17:30 WIB

Pemko Medan Integrasikan Layanan Publik Berbasis AI, Super Apps hingga WhatsApp Disiapkan

Senin, 21 September 2026 - 17:13 WIB

Harga Pangan Sejumlah Daerah Naik, Pemko Medan Siapkan Langkah Antisipasi

Berita Terbaru

Enam remaja diamankan Polsek Simpang Empat di Karo setelah diduga hendak tawuran.

HUKUM & KRIMINAL

Enam Remaja Diamankan Polisi di Surbakti, Diduga Hendak Tawuran

Senin, 21 Sep 2026 - 21:58 WIB