Menuju Indonesia Emas 2045, Sumut Dorong Program KB dan Ketahanan Keluarga

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 7 April 2026 - 15:20 WIB

40133 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong penguatan program pembangunan keluarga dan keluarga berencana (KB) sebagai strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang digelar di Hotel Emerald Garden, Jalan KL Yos Sudarso, Medan, Selasa (7/4/2026).

Menurut Sulaiman, penguatan program keluarga menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional karena keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia.

“Pembangunan keluarga menjadi titik awal peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus indikator penting keberhasilan pembangunan,” kata Sulaiman.

Ia menjelaskan, sejumlah program strategis telah disiapkan untuk memperkuat ketahanan keluarga di berbagai tahap kehidupan.

Program tersebut antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta Lansia Berdaya (SIDAYA).

Menurutnya, berbagai program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.

Selain itu, Pemprov Sumut juga mendorong penguatan Satu Data Keluarga Indonesia sebagai dasar perencanaan program pembangunan keluarga di daerah.

Sulaiman menilai keseimbangan struktur demografi menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) guna mengendalikan pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Upaya tersebut meliputi penguatan layanan kesehatan reproduksi, pelaksanaan program keluarga berencana yang komprehensif, pengarusutamaan gender, serta peningkatan inklusi sosial.

Sulaiman juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga.

Koordinasi tersebut diharapkan dapat memperkuat integrasi program dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, sekaligus meningkatkan peran pemerintah desa dalam implementasi kebijakan.

Selain itu, dukungan infrastruktur dan rantai pasok juga dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Sebagai informasi, program yang dijalankan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Program tersebut mencakup percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga melalui lima inisiatif strategis atau Quick Wins, yakni GENTING, TAMASYA, GATI, SIDAYA, serta pengembangan Super Apps Keluarga Indonesia berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk meningkatkan layanan bagi keluarga di Indonesia. (AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru