Didukung APBN 2026, Samosir Disiapkan Jadi Sentra Bawang Putih

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 11 April 2026 - 09:14 WIB

40140 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, saat duduk diatas traktor bantuan.

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, saat duduk diatas traktor bantuan.

ATAPKOTA.COM, SAMOSIR — Pemerintah Kabupaten Samosir menyalurkan bantuan bibit bawang putih dan alat mesin pertanian berupa traktor roda empat kepada kelompok tani di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan pada Jumat, 10 April 2026. Bantuan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 ini menjadi bagian dari upaya pengembangan komoditas bawang putih di daerah tersebut.

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyerahkan bantuan bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk. Program ini diarahkan untuk mendukung kebijakan ketahanan pangan nasional, termasuk pengembangan komoditas hortikultura yang dinilai memiliki potensi di wilayah Samosir.

Menurut Vandiko, pengembangan bawang putih merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah pusat yang menitikberatkan pada peningkatan produksi dalam negeri. Ia menyebut tidak semua daerah memiliki kesesuaian lahan untuk komoditas tersebut.

Ia menjelaskan, berdasarkan kajian Kementerian Pertanian, Kabupaten Samosir termasuk wilayah yang dinilai memenuhi syarat untuk pengembangan bawang putih. Penilaian itu, kata dia, menjadi dasar penyaluran bantuan tahap awal.

Pada tahap awal, pemerintah menyalurkan sekitar 16 ton bibit bawang putih untuk lahan seluas 20 hektare. Vandiko meminta kelompok tani penerima bantuan mengelola program tersebut secara serius karena hasilnya akan menjadi dasar evaluasi pengembangan ke depan.

Ia menyebut keberhasilan tahap awal berpotensi membuka peluang Samosir menjadi salah satu sentra bawang putih di Sumatera Utara. Sebaliknya, kegagalan program dapat memengaruhi keberlanjutan dukungan dari pemerintah pusat.

Pemerintah daerah, kata Vandiko, akan melakukan pendampingan melalui dinas terkait serta berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dalam pengawasan program.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, menyatakan lokasi program telah melalui kajian teknis oleh tenaga ahli hortikultura. Beberapa syarat yang dipenuhi antara lain ketinggian wilayah di atas 1.000 meter dari permukaan laut serta ketersediaan lahan minimal 10 hektare dalam satu hamparan.

Ia menjelaskan bantuan tahap awal diberikan kepada dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo dan Kelompok Tani Lamtana di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo. Masing-masing kelompok mengelola lahan sekitar 10 hektare dengan dukungan bibit dan sarana produksi.

Selain bibit, pemerintah juga menyalurkan dua unit traktor roda empat untuk mendukung pengolahan lahan. Tumiur menyebut produktivitas lahan diperkirakan dapat mencapai 20 hingga 30 ton per hektare dalam kondisi optimal.

Program ini juga akan didukung pendampingan teknis dari kementerian, termasuk tenaga pendamping lapangan serta sosialisasi kepada petani. Penanaman ditargetkan dimulai pada April dan diharapkan selesai paling lambat pekan ketiga bulan tersebut.

Perwakilan kelompok tani menyatakan kesiapan untuk menjalankan program tersebut. Mereka menilai bantuan ini menjadi peluang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani di wilayah tersebut. (AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru