Bupati Samosir Salurkan Bantuan Pertanian, Petani Diminta Tak Menyalahgunakan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 21:30 WIB

40135 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyerahkan langsung bantuan tersebut di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Senin (13/04/2026).

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyerahkan langsung bantuan tersebut di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Senin (13/04/2026).

ATAPKOTA.COM, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui program Sumut Berkah menyalurkan bantuan bibit dan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani.

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyerahkan langsung bantuan tersebut di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Senin (13/04/2026).

Bantuan pengembangan cabai merah seluas 4 hektare diberikan kepada Kelompok Tani Marlundu di Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian. Bantuan tersebut meliputi benih cabai 40 bungkus, pupuk kompos 16 ton, pupuk NPK 800 kilogram, pupuk organik cair 40 liter, serta mulsa plastik 80 roll.

Sementara itu, bantuan pengembangan bawang merah seluas 3 hektare disalurkan kepada Kelompok Tani Hasil Nagabe di Desa Suhutnuhuta Pardomuan, Kecamatan Palipi. Bantuan yang diberikan berupa benih bawang merah 3 ton, pupuk kompos 12 ton, pupuk organik cair 30 liter, dan pupuk NPK 600 kilogram.

Vandiko menegaskan, bantuan tersebut merupakan hasil sinergi anggaran antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat melalui program Sumut Berkah.

“Program ini adalah bentuk kolaborasi pemerintah untuk menjawab kebutuhan petani. Anggarannya bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara melalui program Sumut Berkah,” ujarnya.

Ia mengingatkan para petani agar memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal dan tidak menyalahgunakannya.

“Bibit dan pupuk sudah lengkap. Kami harap benar-benar ditanam dan dimanfaatkan. Jangan sampai bantuan ini tidak digunakan atau bahkan diperjualbelikan,” tegasnya.

Vandiko juga memastikan Pemerintah Kabupaten Samosir siap melakukan pendampingan kepada para petani.

“Jangan segan meminta bantuan. Kami siap mendampingi setiap saat agar program ini berhasil,” tambahnya.

Ia menegaskan, penyaluran bantuan dilakukan tanpa praktik nepotisme, melainkan berdasarkan usulan dan persyaratan yang berlaku.

“Cukup daftarkan kelompok tani ke dinas, pastikan memiliki lahan, dan ajukan proposal. Pemerintah akan berupaya mencarikan anggaran,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa komoditas cabai merah dan bawang merah merupakan program unggulan Gubernur Sumatera Utara.

Menurutnya, Kabupaten Samosir menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan komoditas tersebut, selain jagung.

“Program ini telah melalui proses perencanaan bersama antara kabupaten dan provinsi. Samosir menjadi salah satu daerah yang mendapatkan beberapa program sekaligus dari Sumut Berkah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hasil panen dari program ini nantinya akan dikerjasamakan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui skema nota kesepahaman, termasuk dalam hal penetapan harga.

“Harapannya, kualitas dan hasil panen petani bisa meningkat,” katanya.

Selain itu, petugas penyuluh lapangan (PPL) akan melakukan pendampingan langsung kepada kelompok tani. Untuk Kelompok Tani Hasil Nagabe, penanaman bawang merah direncanakan dimulai pada Juni 2026.

Ketua Kelompok Tani Hasil Nagabe, Maruasi Situmorang, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Samosir. Bantuan ini akan kami manfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Marlundu yang berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

“Semoga program ini membawa kemajuan bagi kelompok tani kami,” ucapnya. (AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru