Dugaan Satpam dan Cleaning Service Kanwil DJP Sumut II Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Mencuat Saat Aksi Demo

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:38 WIB

40308 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Dugaan belum terpenuhinya hak perlindungan ketenagakerjaan bagi pekerja satuan pengamanan (satpam) dan cleaning service di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara II mencuat dalam aksi unjuk rasa yang digelar Federasi Serikat Pekerja (FSP) di bawah naungan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nenawea bersama Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSP KEP), Selasa, 12 Mei 2026.

Aksi berlangsung di depan Kantor Kanwil DJP Sumut II, Jalan Kapten M.H. Sitorus Nomor 2, Kota Pematangsiantar. Massa aksi menyoroti dugaan belum optimalnya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan terhadap pekerja outsourcing yang bertugas di lingkungan kantor tersebut.

Dalam aksi itu, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pematangsiantar, Aristoteles Sitinjak, turut hadir memenuhi undangan massa aksi untuk memberikan penjelasan terkait status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan seorang mantan satpam bernama Dahman Bakkara.

Menurut penjelasan yang disampaikan pihak BPJS Ketenagakerjaan di lokasi aksi, Dahman Bakkara tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Namun, kepesertaan tersebut disebut bukan didaftarkan oleh pihak Kanwil DJP Sumut II.

“Atas nama Dahman Bakkara memang memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Namun, pengusulan kepesertaannya bukan berasal dari pihak Kanwil DJP Pajak Sumut II, melainkan dari Pemerintah Kota Pematangsiantar karena yang bersangkutan juga tercatat sebagai ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya,” ujar perwakilan BPJS Ketenagakerjaan.

Massa aksi menyebut Dahman Bakkara telah bekerja sebagai satpam di lingkungan Kanwil DJP Sumut II selama kurang lebih 15 tahun. Namun, mereka menduga yang bersangkutan diberhentikan pada 2024 tanpa memperoleh pesangon.

Dalam aksi tersebut, massa juga sempat mempertanyakan kepemilikan BPJS Ketenagakerjaan kepada salah seorang satpam yang sedang bertugas di lokasi.

“Apakah bapak memiliki BPJS Ketenagakerjaan?” tanya salah seorang peserta aksi.

Namun, petugas keamanan tersebut memilih tidak memberikan keterangan dan menyatakan persoalan itu bukan kewenangannya untuk dijawab.

Jawaban tersebut kemudian memunculkan dugaan dari massa aksi bahwa satpam dan cleaning service yang bekerja di delapan Kantor Pelayanan Pajak Pratama di bawah wilayah kerja Kanwil DJP Sumut II diduga belum seluruhnya memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Selain menyoroti persoalan BPJS Ketenagakerjaan, massa juga meminta adanya penjelasan terbuka terkait sistem perlindungan dan pemenuhan hak pekerja outsourcing di lingkungan Kanwil DJP Sumut II.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kanwil DJP Sumut II belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa maupun dugaan belum terpenuhinya hak ketenagakerjaan pekerja outsourcing tersebut.

 

Kontributor : Valtin Silitonga.

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru