Lahan Pemakaman Marelan Kian Terbatas, Rico Waas Dorong TPU Baru Segera Difungsikan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:30 WIB

40195 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat meninjau langsung Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, pada Jumat, 29 Mei 2026

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat meninjau langsung Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, pada Jumat, 29 Mei 2026

ATAPKOTA.COM, MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, pada Jumat, 29 Mei 2026, guna memastikan kesiapan lahan yang selama ini belum difungsikan akibat keterbatasan akses jalan.

Dalam peninjauan tersebut, Rico Waas menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera membenahi akses menuju TPU agar fasilitas pemakaman tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dalam waktu dekat.

Didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan Khairul Azmi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana, serta Camat Medan Marelan Zulkifli S. Pulungan, Rico Waas berjalan kaki meninjau kondisi jalan hingga ke lokasi TPU.

Dari hasil peninjauan, akses menuju area pemakaman diketahui masih berupa jalan tanah yang berada di sisi Sungai Bederah. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan kendaraan roda empat, termasuk ambulans, untuk mencapai lokasi.

“Hari ini saya kembali ke Marelan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan lahan pemakaman. Setelah melihat langsung, kendala utama berada pada akses jalan yang rusak sehingga ambulans pun sulit masuk ke lokasi,” ujar Rico Waas.

Selain meninjau akses jalan, Rico juga melihat langsung kondisi lahan TPU yang memiliki luas sekitar 1,8 hektare.

Menurutnya, keberadaan TPU baru tersebut sangat dibutuhkan karena kapasitas lahan pemakaman di kawasan Medan Marelan semakin terbatas.

“Lahan pemakaman di Marelan saat ini sudah sangat sempit, bahkan di beberapa lokasi sudah terjadi penumpukan makam. Kondisi ini perlu segera mendapat solusi,” katanya.

Atas dasar itu, Pemko Medan berkomitmen mempercepat penanganan akses jalan sebagai langkah awal agar TPU dapat segera beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat.

“Komitmen Pemko Medan, kita akan membenahi akses jalannya agar TPU ini bisa segera dimanfaatkan,” tegas Rico.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) karena akses menuju TPU berada pada jalur jalan inspeksi di sepanjang aliran sungai.

Sementara itu, Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan Khairul Azmi menjelaskan bahwa jalan menuju TPU merupakan aset yang berada dalam kewenangan BWS.

Meski demikian, Pemko Medan akan segera melakukan koordinasi untuk mempercepat peningkatan kualitas jalan yang sudah diaspal hingga mendekati lokasi TPU.

“Target awalnya akses jalan akan dipadatkan dan dicor terlebih dahulu sehingga ambulans maupun kendaraan roda empat dapat masuk ke area TPU,” ujar Khairul Azmi.

Ia menambahkan, Pemko Medan akan segera menyampaikan surat resmi kepada BWS sebagai langkah percepatan penanganan akses jalan tersebut.

“Hari Senin kami akan menyampaikan surat resmi kepada BWS,” katanya.

Pemko Medan berharap percepatan pembangunan akses jalan tersebut dapat menjadi solusi atas kebutuhan lahan pemakaman masyarakat di Kecamatan Medan Marelan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.

 

Kontributor : Mery Bintang-atapkota.

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru