Guru di Pamekasan Rasakan Manfaat TPG, Pembelajaran Makin Interaktif Berbasis Teknologi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 1 Juni 2026 - 17:36 WIB

40174 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang guru terlihat sedang melihat kelompok belajar siswa didalam ruang kelas. (Foto:Ist)

Salah seorang guru terlihat sedang melihat kelompok belajar siswa didalam ruang kelas. (Foto:Ist)

ATAPKOTA.COM, PAMEKASAN – Tunjangan Profesi Guru (TPG) mulai memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas pembelajaran di berbagai sekolah. Sejumlah guru di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mengaku memanfaatkan dana TPG untuk mendukung pengembangan kompetensi serta menghadirkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai perkembangan teknologi.

Selain mendukung kesejahteraan tenaga pendidik, program TPG juga mendorong para guru untuk berinvestasi pada perangkat pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas.

Di SD Negeri Jalmak 1, Kabupaten Pamekasan, beberapa guru memanfaatkan dana TPG untuk membeli perangkat teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran. Langkah tersebut dilakukan guna menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan mampu meningkatkan partisipasi murid.

Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN Jalmak 1, Dwi Arista Wardana, mengatakan dana TPG membantunya menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif. Ia menggunakan laptop yang dibeli dari dana tunjangan profesi untuk menyusun materi ajar yang lebih inovatif dan sesuai kebutuhan peserta didik.

“TPG membantu saya berinovasi dalam menyiapkan materi pembelajaran yang lebih kreatif melalui perangkat laptop. Pembelajaran PJOK menjadi lebih interaktif dan mampu meningkatkan kolaborasi serta partisipasi murid selama proses belajar,” ujar Dwi.

Menurutnya, pembelajaran PJOK tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, disiplin, dan kerja sama peserta didik.

Manfaat serupa juga dirasakan guru kelas SDN Jalmak 1, Sri Riana. Ia menilai TPG memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan sekaligus kualitas pembelajaran yang diberikan kepada murid.

Dengan memanfaatkan dana TPG, Sri membeli perangkat tablet yang digunakan untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam kegiatan belajar mengajar.

Tablet tersebut digunakan untuk mengakses berbagai aplikasi pembelajaran interaktif seperti Kahoot dan Quizizz yang membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan partisipatif.

“Melalui tablet yang saya beli, saya bisa menggunakan berbagai permainan edukatif seperti Kahoot dan Quizizz. Murid menjadi lebih antusias mengikuti pelajaran dan tidak mudah merasa bosan saat berada di kelas,” kata Sri.

Ia berharap program TPG terus berlanjut agar semakin banyak guru yang terdorong meningkatkan kreativitas dan kualitas pembelajaran di sekolah.

Manfaat TPG tidak hanya dirasakan oleh guru di sekolah negeri. Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Plus Nurul Hikmah, Pamekasan, Samsi, mengaku program tersebut membantu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memberikan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi profesional.

Menurutnya, dana TPG memberikan ruang bagi guru untuk mengikuti berbagai pelatihan, seminar, dan pendidikan serta pelatihan (diklat) yang mendukung peningkatan kapasitas sebagai tenaga pendidik.

“Semoga kesejahteraan guru terus meningkat, khususnya bagi guru swasta dan honorer yang selama ini tetap berkomitmen mendidik generasi bangsa. Baik guru ASN maupun guru swasta memiliki tanggung jawab yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui berbagai program prioritas.

Saat berkunjung ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen telah membuka kesempatan bagi lebih dari 12 ribu guru untuk melanjutkan pendidikan D4 atau S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Program tersebut akan dilanjutkan pada tahun 2026 dengan target menjangkau sekitar 150 ribu guru melalui bantuan beasiswa senilai Rp3 juta per semester.

Selain peningkatan kompetensi, pemerintah juga terus memperkuat kesejahteraan guru melalui program sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“Pada aspek kesejahteraan guru, kami telah melaksanakan sertifikasi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Melalui sertifikasi tersebut diharapkan guru dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan memperoleh tunjangan sertifikasi sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan,” ujar Abdul Mu’ti.

Program peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas, sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan nasional.(*)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru